Soewardi muda juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Doiwes Dekker.
Sifatnya yang kritis dalam melihat kolonialisme Belanda membuat Ki Hadjar Dewantara diasingkan ke Belanda sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan mendirikan sekolah Taman Siswa pada 3 Juli 1922.
Pada saat Kabinet pertama Republik Indonesia, ia diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan mendapat anugerah gelar Doktor kehormatan atau Doctor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1957.
Salah satu Filosofi dan hasil karya Beliau seperti kutipan kalimat "Tut Wuri Handayani" yang berarti di belakang memberikan dorongan. Makna kalimat inah dijadikan moto dan slogan pendidikan serta menjadi landasan dalam rangka memajukan pendidikan di Tanah Air.
Ki Hadjar Dewantara kemudian meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959 dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata.
(Erha Aprili Ramadhoni)