2 Pedagang Meninggal, Pengawasan Pasar Tradisional di Balikpapan Diperketat

Amir Sarifudin , Okezone · Sabtu 02 Mei 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 340 2208224 2-pedagang-meninggal-pengawasan-pasar-tradisional-di-balikpapan-diperketat-5H3vAwkF4n.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

BALIKPAPAN - Sebanyak dua pedagang pasar di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) meninggal dunia akibat tertular Covid-19. Alhasil, Pemerintah Kota Balikpapan bakal memperketat aturan kunjungan ke pasar tradisional. Meski begitu, pihak Pemkot tidak akan menutup pasar.

Selain itu, Pemkot juga akan menempatkan petugas Satpol PP dan UPT untuk mengatur keluar masuk orang ke pasar. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyayangkan masih banyaknya warga mengabaikan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, mengenakan masker di lingkungan pasar.

“Tadi kita memanggil dinas pasar, dinas perdagangan karena melihat pasar yang masih ramai (tidak disiplin). Kita masih mencari ini skemanya. Bisa saja di antaranya pembatasan pengunjung masuk ke pasar, ini masih dicari skemanya. Artinya dibatasi, ada yang jaga misalnya hanya yang masuk ke pasar contohnya maksimal hanya sampai 100 orang," ucap Rahmad, Sabtu (2/5/2020).

Dirinya telah meminta Dinas Perdagangan Balikpapan bersama UPT pasar tradisional, untuk membahas kebijakan yang akan diterapkan Pemkot sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19.

Baca juga: 36 Pedagang Pasar Raya Kota Padang Positif Covid-19

“Kita minta segera Dinas Pasar untuk mengumpulkan UPT Pasar Tradisonal untuk membahas mengenai hal tersebut. Kita minta hari ini dibahas, karena masalah Covid-19 (penularannya) tidak ada liburnya,” tandasnya.

Diakuinya saat pandemi saat ini, ada dilema yang dihadapi pemerintah termasuk ketika melarang warga untuk tidak keluar rumah. Pasalnya, mereka juga butuh bekerja untuk bertahan hidup.

“Memang susah, ada beberapa warga yang bilang kita mau makan apa dan banyak warga menganggap jika tidak berjualan tidak dapat makan. Memang ini dilema, tidak semua warga punya penghasilan tetap, ada keluarganya yang bisa mensubsidi, ada yang harus keluar. Hanya kita ingatkan saja, bahayanya yang berada di luar,” katanya.

Kendati begitu, dia tetap meminta masyarakat jika keluar melakukan aktivitas agar disiplin dengan menerapkan protokol kesehatan. “Hanya kita ingatkan saja, bahayanya yang berada di luar. Kita ingatin kepada warga kita untuk disiplin, kalau enggak penting, enggak usah keluar,” tutup Rahmad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini