Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kelaparan di Tengah Pandemi Corona, Satu Keluarga di Bandung Makan Nasi Aking

CDB Yudistira , Jurnalis-Minggu, 03 Mei 2020 |04:05 WIB
Kelaparan di Tengah Pandemi Corona, Satu Keluarga di Bandung Makan Nasi Aking
Satu keluarga di Bandung yang terpaksa makan nasi aking saat pandemi corona menerima bantuan. (Foto : Okezone.com/CDB Yudistira)
A
A
A

BANDUNG – Lamun Ujang Soleh terpecah saat beberapa orang berseragam polisi mendatangi rumah kontrakannya, di Kampung Babakan Leuwibandung RT 05 RW 01, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Sabtu (2/5/2020). Ia tampak kebingungan saat para polisi menyapa dirinya.

Sedikit perbicangan terlihat antara Soleh yang tengah menggendong bayi mungilnya dan anggota polisi tersebut. Tak kurang dari 10 menit, rombongan polisi itu meninggalkan rumah Soleh dengan meninggalkan paket sembako untuk keluarga mungilnya.

"Mudah-mudahan ini bermanfaat yah Pak Soleh," ujar seorang polisi, yang diketahui merupakan Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan.

Tangisnya sempat terpecah saat seorang anggota polisi lainnya, memberikan sejumlah uang. Uang itu diamanahkan untuk membayar kontrakan beberapa bukan ke depan.

Usai rombongan anggota polisi beranjak, Okezone sempat berbincang dengan Soleh. Panggilan akrabnya Oleh. Pria berumur 36 tahun itu bekerja sebagai pemulung.

Di rumah kontrakannya yang kecil itu, ia tinggal bersama seorang istri dan satu anaknya yang masih bayi. Oleh mengaku, setiap hari ia memulung barang daur ulang untuk dijual kembali.

"Yah sehari bisa dapat Rp30-40 ribu," kata Oleh.

Pemulung di Bandung mengaku terpaksa makan nasi aking karena pendapatannya menurun drastis selama corona. (Okezone.com/CDB Yudistira)

Namun, saat pandemi virus corona ini, Oleh mengaku penghasilan jadi tak karuan. Ia memperkirakan sekitar satu bulan ini, penghasilannya turun drastis. Ia lebih sering tidak membawa uang ke rumahnya.

Beberapa bandar barang rongsok yang jadi langganannya banyak yang tutup atau tidak menerima barang hasil memulungnya. Alasan mereka, stok barang masih banyak dan sulit untuk menjual kembali.

Untuk bertahan hidup, Oleh dan istrinya itu harus makan nasi aking (nasi sisa yang dikeringkan), selama bukan puasa ini. "Yah kira-kira semingguan ini (makan masi aking), ada juga uang buat beli susu anak," katanya.

Baca Juga : Masyarakat Mengeluh Sulit Cari Nafkah, Mahfud Sebut Pemerintah Pikirkan Relaksasi PSBB

Matanya terlihat berkaca memang mendapat bantuan paket sembako tersebut. Setidaknya, ia bisa makan layak dengan istrinya beberapa hari ke depan.

"Saya ngucap syukur alhamdulillah, masih ada yang perhatian," kata dia.

Baca Juga : Presiden Jokowi Kembali Bagikan Ratusan Paket Sembako di Kota Bogor

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement