Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nasib TKI di Inggris saat Lockdown, Tak Bisa Bekerja, Berhutang untuk Makan

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2020 |14:12 WIB
Nasib TKI di Inggris saat <i>Lockdown</i>, Tak Bisa Bekerja, Berhutang untuk Makan
Foto: BBC News Indonesia.
A
A
A

Berbeda dengan Angga, Sri sudah mengantongi izin tinggal di Inggris sehingga lebih leluasa mencari pekerjaan lain seandainya majikan tidak memerlukannya lagi sesudah pandemi berakhir.

KBRI sediakan hotline, pekerja gelap takut lapor

Walaupun Inggris tidak menjadi tujuan pengiriman tenaga kerja Indonesia secara resmi, nyatanya banyak WNI yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga atau di restoran dan toko-toko kecil.

Mereka biasanya masuk ke Inggris dibawa oleh majikan dari negara-negara Timur Tengah dan Asia. Belakangan terdapat sejumlah WNI yang masuk ke negara ini dengan menggunakan visa turis, tetapi bertujuan bekerja.

Data KBRI London menunjukkan jumlah keseluruhan WNI yang terdaftar di Inggris mencapai 9.362 orang.

Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London, Gulfan Afero, mengatakan dari jumlah itu terdapat sekitar 250 orang yang tercatat bekerja di sektor rumah tangga.

KBRI memperkirakan mereka yang tidak terdaftar berjumlah sekitar 150 orang, meskipun perkiraan-perkiraan lain menempatkan angkanya lebih tinggi.

"Benar, kami telah menerima laporan bahwa beberapa pekerja sektor rumah tangga yang tidak terdaftar telah kehilangan pekerjaan dan kesulitan saat ini.

"Namun sementara ini yang berhasil kami data dan mengalami kesulitan berkisar 20-30 orang saja, " kata Gulfan Afero menjawab pertanyaan wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Ditambahkannya KBRI London telah menurunkan tim untuk memberikan bantuan logistik kepada mereka dan KBRI juga membuka nomor telepon hotline +447881221235 dan +447471495095.

Nomer tersebut, lanjut Gulfan, dapat dihubungi jika ada WNI yang mengalami kesulitan di Inggris selama pandemi Covid-19.

Akan tetapi beberapa WNI yang bekerja secara ilegal di Inggris mengaku takut meminta bantuan ke KBRI London.

"Saya takut dipaksa pulang ke Indonesia padahal saya ingin cari duit dulu. Jadi sekarang cari pinjaman ke teman-teman untuk makan," ungkap seorang perempuan yang tidak bersedia namanya disebutkan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement