Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nasib TKI di Inggris saat Lockdown, Tak Bisa Bekerja, Berhutang untuk Makan

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2020 |14:12 WIB
Nasib TKI di Inggris saat <i>Lockdown</i>, Tak Bisa Bekerja, Berhutang untuk Makan
Foto: BBC News Indonesia.
A
A
A

"Dan untungnya kadang-kadang dikasih makan oleh bos, sedikit-sedikit. Tapi kalau sudah kepepet, ya terpaksa pinjam uang untuk makan," kata pria asal Jawa Timur itu.

'Mungkin bertahan satu bulan' 

Alih-alih mengirimkan uang untuk kedua anak dan istrinya di Indonesia, Angga mencari pinjaman untuk bertahan hidup yang selama sekitar enam minggu terakhir mencapai £500 atau sekitar Rp9,4 juta dan ia yakin "utang untuk makan akan membengkak".

"Mudah-mudahan virus corona cepat hilang. Mau pulang pun, di Indonesia juga susah, mau pulang saja susah. Jadi saya mau bertahan di sini," katanya seraya menambahkan ia paham betul bahwa ia baru bisa mulai bekerja jika pemerintah Inggris memutuskan usaha restoran boleh dibuka lagi.

Foto: BBC News Indonesia.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dijadwalkan akan mengeluarkan petunjuk terkait rencana untuk kembali menggelindingkan perekonomian setelah melakukan peninjauan terhadap karantina wilayah periode kedua ini pada Kamis (7/5/2020). Belum jelas sektor usaha-usaha apa saja yang dibolehkan buka lagi di tahap awal.

Angga tidak sendiri. Sri, seorang WNI lainnya, juga tidak bekerja selama lebih dari satu setengah bulan terakhir. Majikannya berada di rumah sehingga tidak memerlukan jasa Sri untuk mengurus rumah tangganya.

"Masalah makan dan bayar kontrak, untungnya saya punya sedikit simpanan. Kalau tidak bisa bekerja lagi, mungkin satu bulan sudah tidak punya biaya buat makan.

"Soalnya, dulu kerja dan uangnya dikirimkan buat keluarga di Indonesia. Ya mungkin sebulan bisa bertahan, tapi kalau lebih dari sebulan, tidak tahu lagi nanti bagaimana," ungkapnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement