Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

China Diperingatkan Akan Kemungkinan Konflik Militer dengan AS karena COVID-19

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2020 |11:10 WIB
China Diperingatkan Akan Kemungkinan Konflik Militer dengan AS karena COVID-19
Foto: Reuters.
A
A
A

BEIJING - Pandemi virus corona (COVID-19) telah menambah ketegangan pada hubungan yang semakin memburuk antara Amerika Serikat (AS) dan China. Di saat pemerintahan Presiden Donald Trump memicu sentimen anti-China secara global, rincian dalam dokumen internal Beijing mengungkapkan seperti apa skenario terburuk yang mungkin terjadi.

Kementerian Keamanan Negara China menyampaikan peringatakan kepada Presiden Xi Jinping akan meningkatnya sentimen anti-China di seluruh dunia, yang dapat mengarah pada konflik militer langsung dengan AS, demikian dilaporkan Reuters pada Senin (4/5/2020).

Analisis, yang dilaporkan diberikan kepada Xi bulan lalu, menyimpulkan bahwa "perasaan bermusuhan" terhadap China sebagai akibat dari pandemi coronavirus yang sedang berlangsung telah naik ke level tertinggi sejak insiden Lapangan Tiananmen 1989.

Laporan tersebut diduga berasal dari Lembaga Hubungan Internasional Kontemporer China, salah satu lembaga think tank kebijakan internasional tertua di negara itu, yang berafiliasi dengan Kementerian Keamanan Negara.

Mengutip beberapa sumber, Reuters menyebutkan bahwa skenario terburuk yang disampaikan dalam laporan itu termasuk kemungkinan terjadinya konflik militer antara AS dan China.

Laporan itu menyimpulkan bahwa AS menganggap kebangkitan ekonomi China sebagai ancaman ekonomi dan keamanan nasional, serta tantangan terhadap sistem politik yang terangkum oleh demokrasi Barat.

Disebutkan juga bahwa AS sedang berusaha untuk melemahkan Partai Komunis yang berkuasa dengan mengguncang kepercayaan publik terhadap kompetensinya.

Pemerintahan Trump menuduh Beijing menutup-nutupi awal penyebaran wabah virus corona, mengubah jumlah kematian dan jumlah kasus yang dikonfirmasi, dan mengklaim bahwa COVID-19 secara tidak sengaja dirilis oleh sebuah laboratorium di Wuhan.

Beijing telah menolak tuduhan tersebut, dengan alasan bahwa konfirmasi negara tentang penularan dari manusia ke manusia, bersama dengan bukti dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memberi AS waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement