Berita Baik, Satu-Satunya Pasien Positif Corona di Ngawi Sembuh

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 05 Mei 2020 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 05 519 2209293 berita-baik-satu-satunya-pasien-positif-corona-di-ngawi-sembuh-CqHiRN2Udc.jpg Pengendara menjalani rapid test corona. (Ilustrasi, Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

NGAWI – Seorang petani asal Kabupaten Ngawi yang positif virus corona (Covid-19) dinyatakan sembuh. Bupati Ngawi, Budi Sulistiyono membenarkan, kesembuhan warganya tersebut.

Menurutnya, pasien tersebut sempat dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Ia dinyatakan sembuh dari Covid-19 berdasarkan hasil tes swab yang ketiga dan keempat.

"Alhamdulillah memang demikian. Satu-satunya warga kami yang terkonfirmasi positif corona sudah sembuh. Yang menyatakan sembuh tim medis RSUD dr Moewardi Solo," ujar Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (5/5/2020) pagi.

Petani berusia 50 tahun asal Kecamatan Walikukun ini sebelumnya memang sempat dinyatakan positif Covid-19 atau virus corona, setelah menjalani tes swab pertama dan kedua.

"Memang hasil swab pertama dan keduanya positif. Sedangkan swab ketiga dan keempatnya sudah menunjukkan negatif. Bisa diperbolehkan pulang, namun tetap menjalani isolasi mandiri. Harus lewat 14 hari baru boleh beraktivitas lagi. Tentu nanti pihak Dinkes Ngawi akan melakukan pengawasan ketat," tuturnya.

Dengan sembuhnya pasien positif corona tersebut, Kabupaten Ngawi kembali nihil pasien positif corona. Meski demikian, Ngawi masih dikategorikan daerah zona merah lantaran ditemukannya satu kasus positif corona.

Antusiasme Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Kelurahan Kebon Jeruk

"Alhamdulillah Ngawi kembali zero positif Covid-19. Saat ini sudah tidak ada PDP yang positif swab-nya. Mudah-mudahan enggak ada lagi," tuturnya.

Sebelumnya, seorang petani di Ngawi dikonfirmasi positif terjangkit Covid-19. Menariknya, pasien positif ini awalnya lebih dahulu menderita sakit pinggang dan hendak memeriksakan diri di RSUD dr Moewardi Solo.

Namun, saat mengantri untuk melakukan pemeriksaan MRI, petani ini justru batuk-batuk dan menampakkan gejala layaknya Covid-19. Alhasil petugas medis menanganinya dengan prosedur penanganan Covid-19 dan dilakukan isolasi.


Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Pertama di Ngawi, Berawal dari Sakit Pinggang

Setelah dilakukan rapid test dan swab test sebanyak dua kali ternyata hasilnya positif pada 30 April 2020. Namun, petani ini tak banyak berinteraksi dengan orang dan tak bepergian ke daerah zona merah lainnya, kecuali ia berobat ke RSUD Sragen kemudian dirujuk ke RSUD dr Moewardi untuk pemeriksaan MRI.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini