JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar Rapid Test massal dengan Mobile Laboraturium, yang menjadi sarana untuk menjangkau daerah-daerah yang rawan terjangkit virus corona. Kegiatan yang berlangsung di Dukuh Atas, Jakarta Selatan (Jaksel) itu bertujuan agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Aksi jemput bola tersebut merupakan instruksi langsung dari Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan sebagai deteksi lanjutan terhadap penyebaran Covid-19 di Indonesia.
"Kami dari Badan Intelijen Negara, hari ini kami melakukan Rapid Test massal yang dilakukan dalam rangka memutus mata rantai Covid-19. Dengan tes ini kami harapkan bisa mendeteksi yang berpotensi," kata Sekretaris Utama (Sesma) BIN Komjen Bambang Sunarwibowo yang mewakili Budi Gunawan, Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Pemeriksaan virus corona dengan Mobile laboraturium itu dilakukan dengan metode molekuler atau Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi positif atau tidaknya Covid-19 pada seseorang. PCR Test diklaim mampu mendeteksi 70-100 persen, namun diprioritas untuk orang yang beresiko.
