Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Putus Mata Rantai Covid-19, BIN Gelar Rapid Test dengan Mobile Laboratorium

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2020 |14:17 WIB
 Putus Mata Rantai Covid-19, BIN Gelar Rapid Test dengan Mobile Laboratorium
Foto Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar Rapid Test massal dengan Mobile Laboraturium, yang menjadi sarana untuk menjangkau daerah-daerah yang rawan terjangkit virus corona. Kegiatan yang berlangsung di Dukuh Atas, Jakarta Selatan (Jaksel) itu bertujuan agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Aksi jemput bola tersebut merupakan instruksi langsung dari Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan sebagai deteksi lanjutan terhadap penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Kami dari Badan Intelijen Negara, hari ini kami melakukan Rapid Test massal yang dilakukan dalam rangka memutus mata rantai Covid-19. Dengan tes ini kami harapkan bisa mendeteksi yang berpotensi," kata Sekretaris Utama (Sesma) BIN Komjen Bambang Sunarwibowo yang mewakili Budi Gunawan, Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Pemeriksaan virus corona dengan Mobile laboraturium itu dilakukan dengan metode molekuler atau Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi positif atau tidaknya Covid-19 pada seseorang. PCR Test diklaim mampu mendeteksi 70-100 persen, namun diprioritas untuk orang yang beresiko.

 Virus Corona

Sementara itu, 4 unit Mobile Laboraturium yang disiapkan BIN mempunyai kapasitas uji 1.248 sample per hari, yang diperuntukan untuk melakukan sejumlah testing ke daerah Jakarta dan sekitarnya.

"Oleh karena itu hari ini kita melakukan peluncuran empat mobil laboratorium yang nanti bisa melakukan tes 1.248 sampel PCR. Kemudian kami harapkan, ini bisa cepat dilakukan tes khususnya di kawasan yang masih zona merah," papar Bambang.

Pada pemeriksaan massal tersebut, ditemukan satu orang terindikasi positif Covid-19. Dengan hasil itu, petugas langsung melakukan isolasi dan menyiapkan tes selanjutnya untuk mendapatkan kepastian.

"Sementara yang positif satu orang dan langsung diisolasi. Akan dilakukan tes PCR untuk memastikan lagi. Kalau fix akan dibawa ke Wisma Atlet," ujar Bambang.

 

Bambang menjelaskan, dengan adanya Mobile Laboratorium diharapkan bisa memasuki wilayah-wilayah di Indonesia yang memiliki kesulitan dalam aksesnya. Selain itu, Bambang menegaskan hal itu juga upaya untuk menjemput bola kepada masyarakat.

"Sehingga ini bisa masuk ke daerah pelosok yang daerahnya sulit dijangkau. Jadi kami istilahnya jemput bola," tegas Bambang.

Mobile Laboraturium tersebut juga berisi Test PCR yang lengkap dan canggih serta memenuhi standar kesehatan. Peralatan di dalamnya berupa Bio Safety Cabinet (BSC), Thermo Scientific TSC Series (Freezer) Thermomixer, Rotor-Gene Q, Centrifigue 5424 R, Mikropipet, dan westafel pencuci tangan.

Selain DKI Jakarta, rapid test ini juga akan dilaksanakan di provinsi-provinsi yang telah menjadi zona merah penyebaran Covid-19 yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali dan Sulawesi Selatan.

BIN berharap Rapid Test yang digelar dengan Mobile Laboraturium dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Jadi bekerja sama dengan Gugus Tugas, Kemenkes, data dari lokasi yang akan kami datangi berdasar lokasi di pusat gugus tugas, kerja sama dengan Kemenkes diharapkan bisa membantu mempercepat memutus rantai Covid-19," tutup Bambang.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement