JAKARTA - Mendapat suntikan pinjaman/pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sepertinya menjadi energi tambahan bagi nafas koperasi, terlebih di tengah merebaknya wabah Covid-19. Tak terkecuali, bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera, yang berlokasi di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Ketua KSP Sejahtera Teguh Prajitno mengakui, dana bergulir dari LPDB-KUMKM dalam kondisi saat ini dirasakan sangat membantu koperasinya.
"Khususnya, dalam persiapan menjelang hari raya Idul Fitri dan persiapan tahun ajaran baru anak sekolah," ungkap Teguh, usai penandatanganan akad pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM di Jakarta, Rabu 6 Mei 2020.
KSP Sejahtera yang merupakan mitra repeater mendapat plafon dana bergulir sebesar Rp3 miliar, yang pencairannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan cair sebesar Rp1,5 miliar, dan sisanya akan dicairkan setelah dilakukan proses monitoring evaluasi pinjaman tahap 1 oleh LPDB-KUMKM.
Sebelumnya pada tahun 2011, KSP Sejahtera pernah mendapat kucuran dana bergulir sebesar Rp1,5 miliar dan tahun 2014 mendapat pinjaman kembali sebesar Rp3 miliar. Kedua pinjaman/pembiayaan tersebut kini telah lunas.
Lebih dari itu, dengan kondisi ekonomi karena Covid-19, Teguh memastikan bahwa semangat koperasi tidak akan surut untuk tetap menyalurkan pinjaman/pembiayaan ke anggota, meskipun dilakukan dengan sangat hati-hati dan selektif.