Cerita Marbot Masjid Sedih Jamaah Sepi Dampak Pandemi Corona

Taufik Budi, Okezone · Kamis 07 Mei 2020 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 512 2210392 cerita-marbot-masjid-sedih-jamaah-sepi-dampak-pandemi-corona-6Kxd7fPv9p.jpg Para marbot Masjid Baiturrohman Semarang. (Foto: Taufik Budi/Okezone)

SEMARANG – Hendro Bagong menyatakan cukup sedih pandemi corona virus disease (covid-19) membuat masjid sepi dari jamaah. Sebagai marbot, dia tahu persis bahwa aktivitas keagamaan yang melibatkan banyak orang lebih baik dihindari.

"Sesuai anjuran pemerintah kan untuk kegiatan keagamaan seperti Salat Jumat, Salat Tarawih, ceramah-ceramah, tidak dilaksanakan di masjid. Termasuk di Masjid Baiturrohman Semarang ini juga tidak ada (kegiatan keagamaan banyak orang, red)," kata Hendro, Rabu 6 Mei 2020.

Baca juga: Seorang Jamaah Tabligh Akbar Kembali Dilaporkan Positif Corona 

Bapak dua anak itu menyampaikan, sepinya jamaah masjid sangat berpengaruh pada penghasilannya. Sebelumnya dia bersama marbot yang lain kerap mendapat sedekah dari jamaah, namun kini relatif tak pernah.

"Kalau dulu setiap Jumat, ada Salat Jumat, lalu kita dikasih uang transpor, tapi kini sudah enggak ada lagi. Kita biasanya bersih-bersih di masjid, tapi kini malah jamaahnya bersih, enggak ada," lanjut dia.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Meski demikian, pria asal Demak ini menyampaikan sepinya jamaah untuk memutus mata rantai persebaran covid-19. Sebab jika ibadah yang melibatkan banyak orang masih dilakukan maka penularan virus corona akan sulit dikendalikan.

"Ini kita mengikuti anjuran pemerintah, MUI. Kita mengikuti imbauan tersebut agar terputus virus ini," lugasnya.

Hendro pun mengaku bersyukur namanya masuk daftar penerima bantuan sembako. Bantuan sembako itu sangat berarti untuk menyambung hidup keluarga kecilnya beberapa hari ke depan.

"Ini total ada 89 paket sembako untuk marbot, muazin, imam masjid. Ya katanya untuk membantu yang terdampak covid-19," ucapnya.

Baca juga: Viral Awan Menyerupai Wajah Bermata Satu di Polman, Netizen: Mirip Dajjal? 

Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel menyampaikan bantuan diserahkan di 391 lokasi se-Jawa Tengah dengan jumlah 3.128 paket sembako dan masker. Isi paket sembako di antaranya beras, gula, minyak goreng, susu, sarden, telur, dan masker.

"Kita terus aktif mengimbau dan mengingatkan kepada masyarakat untuk memutus rantai persebaran virus corona. Anjuran tersebut juga biasa disampaikan ustadz, takmir masjid, kepada jamaah supaya tidak tertular corona," jelasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini