JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI, Irwan menilai rencana pemerintah pusat melakukan relaksasi transportasi akan membuat pemda kebingungan. Sebab, ia merasa beberapa pemda sedang berusaha keras menyetop pendatang masuk ke daerahnya di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.
"Daerah semangatnya bagaimana memutus mata rantai pandemi Covid-19. Sampai jalan tikus pun ditutup. Tetapi kemudian hari ini kita dipertontonkan lagi bagaimana tanggung jawab pemerintah terhadap penanganan Covid-19 ini betul-betul tidak serius," kata Irwan kepada Okezone, Sabtu (9/5/2020).
Menurut dia, dua bulan ke depan bakal menjadi puncak pandemi Covid-19 akan menjadi masa yang sangat rawan bagi Indonesia bila tak ada ketegasan dari pemerintah pusat.
"Kita masih di lereng, kita sudah terlalu percaya diri untuk kemudian merelaksasi transportasi yang mana menjadi bukti penyebaran di luar Pulau Jawa karena longgarnya transportasi ini," katanya.
Ia mencontohkan, kejadian itu terjadi di Provinsi Kalimantan Timur, yang mana pasien positif Covid-19 tertular setelah berinteraksi dengan para pendatang.
"Di Kalimantan Timur semua yang positif itu karena dari luar. Ekonomi memang penting tetapi penyebab ekonomi seperti ini juga karena pandemi Covid-19. Saya berharap Pemerintah benar-benar fokus; sesuai kata dengan perbuatan," ujarnya.
Baca Juga : Komnas HAM : Konten Ferdian Paleka Rendahkan Martabat Manusia
Politikus Partai Demokrat itu berharap Indonesia bisa melewati masa-masa kritis dari pandemi ini.
"Saya berharap bangsa ini bisa melewati karen akita masih di lereng belum melewati puncaknya, kalau relaksasi di kemudian hari berjalan mulai besok; saya tidak tahu bagaimana lagi ada penambahan-penambahan pasien positif. Tentunya yang akan menjadi korban adalah daerah-daerah di luar Jakarta," kata dia.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.