Dirumahkan, Buruh Ini Curi HP dan Laptop Buat Menyambung Hidup

Kuntadi, Koran SI · Selasa 12 Mei 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 510 2212949 dirumahkan-buruh-ini-curi-hp-dan-laptop-buat-menyambung-hidup-J7kUcCL8JM.jpg Polsek Wates menangkap buruh yang melakukan pencurian handphone dan laptop (Foto: Kuntadi)

KULONPROGO – Polsek Wates, Kulonprogo, Yogyakarta mengamankan Sa (27) seorang buruh swasta yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19. Pelaku mencuri 3 buah HP dan 3 buah laptop untuk menyambung hidup setelah tidak memiliki pekerjaan.

Kapolsek Wates Kompol Endang Suprapto mengatakan, pelaku mencuri HP dan laptop di rumah warga di Karangwuni, Wates, Kulonprogo pada 25 April lalu. Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela, dan menggondol barang-barang berharga.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dari penyelidikan yang dilakukan petugas akhirnya mengarah kepada keterlibatan pelaku. Pelaku akhirnya diamankan pada 30 April dengan barang bukti sebuah HP dan sebuah laptop.

“Pelaku ini melakukan pencurian dengan pemberatan, dan membawa kabur 3 HP dan 3 laptop,” kata Endang di Mapolsek Wates, Selasa (12/5/2020).

Baca Juga:  Aksi Pencurian Terekam CCTV, Napi Asimilasi Kembali Mendekam di Bui

Dari pemeriksaan, kata kapolsek, pelaku mengakui melakukan pencurian bersama dengan SN yang saat ini masih dalam pencarian (DPO). Mereka berboncengan sepeda motor dan mencari sasaran. Begitu dapat, mereka beraksi dan membawa kabur barang curian.

“Barang-barang itu sudah sempat dijual kepada seseorang di Klaten dan Yogyakarta,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Sebelumnya pelaku pernah dipidana dalam perkara psikotropika selama 8 bulan. Dia bebas pada bulan Agustus 2019 dan bekerja di Bandung.

Sementara SA mengaku terpaksa melakukan pencurian karena terdesak ekonomi. Selama ini dia berada di Bandung, Jawa Barat dan bekerja di sektor pengeboran. Namun, pandemi Covid-19 menjadikan perusahaan tempat bekerja merumahkan karyawan, termasuk dirinya.

“Karena dirumahkan saya mudik ke Wates. Karena tidak ada pekerjaan saya terpaksa mencuri,” katanya.

Baca Juga:  Prank Ferdian Paleka, MUI: Perbuatannya Tidak Manusiawi dan Haram!

Setiap laptop dijual seharga Rp1 juta sedangkan HP masih belum dijual. Laptop ini dijual kepada seseorang di dekat Terminal Giwangan.

“Uangnya untuk makan dan beli rokok karena di sini tidak bekerja,” ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini