Aksi Pencurian Terekam CCTV, Napi Asimilasi Kembali Mendekam di Bui

Agregasi Harian Jogja, · Kamis 07 Mei 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 510 2210582 aksi-pencurian-terekam-cctv-napi-asimilasi-kembali-mendekam-di-bui-MDWuxkSlGN.jpg (Foto: Harian Jogja)

SLEMAN - Narapidana asimilasi yang baru saja menghirup udara bebas dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) Cebongan kembali bikin ulah. Pelaku dengan inisial RA (42), warga Kecamatan Sleman kini mendekam di balik bui Polsek Seyegan atas kasus pencurian.

Kapolsek Seyegan AKP Sumadi mengatakan, RA melakukan aksi pencurian di sebuah toko kelontong di Pasar Ngino, Margoagung, Seyegan, Sleman. Aksi pelaku terekam CCTV yang terpasang di warung kelontong tersebut.

"Pelaku RA ternyata masih berstatus sebagai tahanan. Pelaku sudah menjalani asimilasi sejak April lalu. Sebelumnya pelaku divonis tujuh bulan karena kasus pencurian juga," ujar Sumadi, Kamis (7/5/2020).

Lebih lanjut, aksi RA yang ketahuan CCTV saat melakukan aksi pencurian bermula ketika pemilik toko sekaligus korban, Aprianto (32), warga Ngino, Margoagung Seyegan sedang istirahat di dalam rumah. Kebetulan, depan rumah Aprianto dijadikan warung kelontong.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Anak korban ingin menukarkan uang receh dan berhasrat untuk mengambil sejumlah uang yang ada di laci warungnya. Namun, tak disangka ketika mau mengambil, uangnya sudah tidak ada. Sontak anak korban langsung menanyakan hal tersebut kepada orangtuanya.

"Sang anak kemudian menanyakan ke kedua orang tuanya perihal nihilnya uang di laci warung kelontong mereka. Setelah dicek, ternyata uang sudah nihil. Kemudian, saudara Aprianto mengecek rekaman CCTV warung kelontong miliknya. Ia mendapati ada seorang lelaki yang mencuri uang di laci warung kelontongnya," ujarnya.

Baca juga: Prank Ferdian Paleka, MUI: Perbuatannya Tidak Manusiawi dan Haram!

Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seyegan, Minggu 3 Mei 2020. Setelah menerima laporan korban, polisi menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) warung kelontong milik Aprianto. Setelah mendapatkan cukup informasi, akhirnya pengejaran terhadap pelaku dilakukan.

Pelaku yang diketahui berada di wilayah Kecamatan Sleman atau bertempat tinggal di Jalan Beteng-Turi kemudian didatangi polisi. Setelah ditangkap, RA mengakui aksi pencuriannya di Seyegan.

"Barang bukti di antaranya sejumlah rokok, uang tunai senilai Rp1 juta, dan motor milik pelaku yang digunakan untuk menjalankan aksinya juga disita, pelaku tidak membobol warung milik korban karena memang korban sedang istirahat, jadinya warung tidak terpantau" imbuhnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 362 KUHP tindak pencurian dengan ancaman kurungan penjara paling lama lima tahun.

RA mengaku mencuri karena terdesak keadaan ekonomi yang pas-pasan. "Uangnya untuk kebutuhan saya sendiri. Saya sebenarnya tidak mau mencuri, namun karena tidak mempunyai pekerjaan yang jelas akhirnya saya mencuri, akhirnya saya nekad mencuri," ucap RA dengan

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini