Bus Asal Wonogiri Mulai Beroperasi, tapi Masih Sepi Penumpang

Agregasi Solopos, · Selasa 12 Mei 2020 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 512 2212864 bus-asal-wonogiri-mulai-beroperasi-tapi-masih-sepi-penumpang-JHRQEBOyup.jpg Bus asal Wonogiri mulai beroperasi kembali di tengah pandemi corona. (Foto: Istimewa/Solopos)

WONOGIRI — Larangan mudik untuk mencegah persebaran corona virus disease (covid-19) memberikan dampak ke berbagai sektor. Salah satunya adalah transportasi, baik di darat, laut, maupun udara.

Sebagian moda transportasi umum di Indonesia dilarang beroperasi untuk mencegah persebaran virus corona. Dampaknya, pemasukan atau penghasilan perusahaan maupun pemberi layanan transportasi ini menjadi turun drastis.

Baca juga: Tangani Corona, Presiden Jokowi Tak Paksakan Daerah Terapkan PSBB 

Namun sejak adanya keputusan relaksasi atau pelonggaran operasional moda transportasi dari Kementerian Perhubungan, sejumlah penyedia layanan transportasi kembali berjalan.

Hal ini seperti dilakukan sejumlah perusahaan otobus (PO) di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Mereka memutuskan kembali beroperasi, namun mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Salah perusahaan otobus di Wonogiri yang mulai beroperasi yakni Putera Mulya. Pada Senin 11 Mei, mereka memberangkatkan satu armada dari Jakarta menuju Wonogiri, begitu juga sebaliknya.

Kepala Devisi Marketing PO Putera Mulya, Heri Prasetyo, mengatakan pihaknya masih sedikit mengoperasikan armada karena saat ini penumpang sepi.

Ia menjelaskan, alasan beroperasinya PO Putera Mulya karena adanya desakan dari kru, sopir, dan kernet bus, selain peraturan dari Kemenhub.

Baca juga: Gugus Tugas Tak Tahu Kapan Pandemi Corona Berakhir 

Para kru berharap bus tetap berjalan meskipun dengan penumpang seadanya. Menanggapi usulan dari para kru, pihak manajemen pun menyetujuinya.

"Sebenarnya untuk sementara waktu perusahaan tidak akan mengoperasikan bus, tetapi para kru berkeluh kesah atas kondisi ekonomi keluarganya. Maka kami putuskan utuk tetap beroperasi kembali dengan pertimbangan tersebut," kata Heri, Senin 11 Mei 2020, dikutip dari Solopos.

Dikarenakan bus yang beroperasi hanya dua armada, sementara jumlah kru di Wonogiri mencapai 113 orang, maka perusahaan memberlakukan sistem sif. Kru yang sudah melakukan perjalanan pergi-pulang sebanyak tiga kali harus bergantian dengan kru lainnya.

Mereka membuat protokol yang harus dijalani kru bus dan penumpang. Setiap kru bus diharuskan membawa surat keterangan sehat, begitu juga dengan para penumpang.

Jika tidak bisa menaati ketentuan yang diberlakukan, penumpang tidak diperkenankan masuk ke bus. Penumpang diwajibakan mengisi surat pernyataan yang disediakan.

Sementara itu hingga kini di wilayah perbatasan, terutama pintu Tol Cikampek Utama, masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Tetapi dari segi peraturan lebih longgar dari sebelumnya.

"Info yang terakhir kami terima, bus dari luar daerah hanya boleh beroperasi sampai di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur," ujar Heri.

"Biasanya dalam satu bulan paling sepi jumlah penumpang kami 7.000 hingga 8.000 orang. Jika ramai bisa mencapai 20.000 penumpang. Saat ini cari penumpang susah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini