Share

Wakil Ketua DPRD Trenggalek Kaget Namanya Masuk Data Penerima Bansos

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 12 Mei 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 519 2212747 wakil-ketua-dprd-trenggalek-kaget-namanya-masuk-data-penerima-bansos-3UQBabWdJV.jpg Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi (Foto: Setdprd.trenggalekab.go.id)

TRENGGALEK - Nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi masuk dalam data penerima bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp600 ribu per bulan. Bantuan itu merupakan salah satu bentuk jaring pengaman sosial selama pandemi Covid-19.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini terdaftar sebagai warga di RT 01 RW 01 Desa Karangan, Kecamatan Karangan, ternyata masuk dalam daftar penerima Bansos tersebut.

Hal tersebut membuat Doding terkejut dan tak menyangka namanya masuk sebagai penerima bantuan langsung tunai tersebut. Ia mengetahui menjadi penerima Bansos setelah mendapatkan laporan ketika menerima telepon dari Kepala Desa Karangan. 

"Saya pribadi kaget kok bisa masuk. Tapi karena masih tahap verifikasi, saya minta nama saya dihapus. Masih banyak yang lebih membutuhkan," ungkapnya saat dikonfirmasi, pada Selasa (12/5/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi: Angka Kematian Tertinggi Covid-19 Ada di Pulau Jawa 

Ia sendiri telah meminta pihak desa - desa di Kabupaten Trenggalek untuk berhati - hati dan teliti saat melakukan verifikasi data penerima bantuan, supaya benar - benar tepat sasaran kepada orang yang membutuhkan.

"Saya minta pemerintah daerah dan pemerintah desa benar - benar melakukan verifikasi agar bantuan - bantuan tersebut benar - benar tepat sasaran pada orang yang membutuhkan," tuturnya.

Baca Juga: Carut Marut Bansos Pandemi Corona

Dirinya mengakui bila dua tahun lalubelum mempunyai rumah sendiri, namun telah memiliki Kartu Keluarga (KK) sendiri. Doding menduga bila data penerima bantuan tersebut berpatokan pada data lama dan terdiri dari beberapa faktor.

"Mungkin karena dalam KK hanya saya sendiri dan saat survei itu saya belum punya rumah, sehingga masuk dalam kriteria itu. Tapi faktanya sekarang kan berubah, saya sudah berkeluarga, dan juga sudah punya rumah," ujarnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Evaluasi Mendetail Penerapan PSBB

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini