MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperpanjang aturan lockdown di Metro Manila dan dua pusat kota lainnya hingga akhir Mei.
"Akan ada daerah-daerah yang akan tetap lockdown. Kita harus melakukan ini secara bertahap, atau berisiko jatuh. Kita tidak mampu menahan gelombang kedua atau ketiga [virus corona]," kata mengutip Strait Times, Rabu (13/5/2020).
"Covid-19 sangat mematikan," dia menekankan. "Jangan bertaruh dengan nyawa kalian. Anda bisa pergi ke pemakaman kalian atau Anda bisa tidur di rumah. Anda tidak harus mati. Ikuti saja perintah pemerintah, dan Anda akan hidup," lanjutnya.
Juru bicara pemerintah Harry Roque mengatakan Metro Manila akan tetap lockdown selama 15 hari lagi.
Provinsi Metro Manila, mencakup 16 kota merupakan rumah bagi lebih dari 13 juta orang.
Selain itu, Kota Cebu, dan provinsi Laguna, juga akan di-lokcdown hingga akhir Mei.
Tiga area ini memiliki sekira hampir 9.000 dari lebih dari 11.000 kasus infeksi yang tercatat di seluruh Filipina. Setidaknya 726 orang telah meninggal karena virus corona, 526 di antaranya berada di Metro Manila.