Cegah Klaster Baru Covid-19, Pemkab Sleman Bakal Gelar Rapid Test Massal

Kuntadi, Koran SI · Rabu 13 Mei 2020 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 510 2213624 cegah-klaster-baru-covid-19-pemkab-sleman-bakal-gelar-rapid-test-massal-03bLO7Pj0G.jpg Petugas melakukan rapid test terhadap pengendara. (Ilustrasi, Foto : Okezone.com/Heru Haryono)

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan mengadakan rapid test massal secara random di pusat keramaian. Hal itu sebagai upaya mencegah penularan virus corona (Covid-19) agar tidak memunculkan klaster baru.

“Kita akan lakukan random sampling, bisa di pusat perbelanjaan ataupun di tempat keramaian lain,” ujar Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, usai menerima bantuan tanggap bencana dari Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah DIY di RSU Sakina Idaman, Rabu (13/5/2020).

Lokasi rapid test random ini bisa menyasar supermarket, tapi bisa pula pasar tradisional yang ramai hingga di posko Covid-19 di pedukuhan yang menjadi tempat berkumpul warga.

“Kita tidak ingin ada lagi klaster dari pusat perbelanjaan makanya akan kita random,” kata wabup.

Supermarket memiliki potensi penularan lebih tinggi dibanding pasar tradisional. Konsumen harus antre panjang, tidak seperti di pasar tradisional yang langsung berhubungan dengan pedagang. Meskipun begitu, pasar tradisional juga belum menerapkan jaga jarak dan masih ditemukan pedagang yang tidak memakai masker.

ilustrasi (Dok Okezone)

Terkait klaster Indogrosir, Muslimatun mengatakan ada sekitar 1.500 yang akan menjalani rapid test. Hari ini merupakan hari kedua dan ditarget per hari ada 500 konsumen melakukan rapid test. Pada hari pertama kemarin, sebanyak 460 orang mengikuti rapid test dan hasilnya 20 yang reaktif.

“Hari ini kita belum ada laporan, tetapi 20 orang reaktif kemarin sudah dijemput untuk dikarantina di Wisma Haji,” ujarnya.


Baca Juga : Update Covid-19 13 Mei 2020: ODP 256.299 dan PDP 33.042

Jumlah ini tidak sebesar prediksi yang ada sehingga mereka akan dikumpulkan dan nantinya menjalani rapid test kedua. Jika hasilnya reaktif akan diteruskan dengan swab.

Pemkab Sleman juga masih melakukan penelusuran, terkait penyebaran di Indogrosir. Sejauh ini belum diketahui karyawan yang pertama kali terinfeksi sampai menularkan ke karyawan yang lain.


Baca Juga : Positif Covid-19 Capai 689 Orang, Pemerintah: Penularan Masih Terus Terjadi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini