SURABAYA - Seluruh rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di wilayah Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik sudah overload atau melebihi kapasitas.
Pemprov Jatim selanjutnya menyiapkan Rumah Sakit (RS) Darurat untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19. RS Darurat itu akan didirikan dengan memanfaatkan fasilitas pinjam pakai gedung Puslitbang Humaniora Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ada di Surabaya.
Kondisi tersebut mendapat sorotan tajam dari anggota DPRD Jatim. Legislatif menilai overloadnya rumah sakit rujukan pasien Covid-19 akibat buruknya kinerja Pemprov Jatim dalam mengantisipasi banyaknya pasien Covid-19.
"Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan hal tersebut (masalah overload rumah sakit) pada bulan Maret lalu. Untuk mengantisipasinya, segera tambah kapasitas dan perbaiki sistem rujukan," terang anggota Komisi E DPRD Jatim, Deni Wicaksono, Selasa, 12 Mei 2020.

Deni menyebutkan, Pemprov Jatim baru menyiapkan rumah sakit darurat ketika terjadi kelebihan kapasitas di RS Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Namun, rumah sakit darurat tersebut hingga saat ini masih belum bisa dimanfaatkan melayani pasien Covid-19.
"Buruknya sistem rujukan di Jatim, membuat terjadi penumpukan pasien di Surabaya Raya. Dengan APBD yang luar biasa besar, mestinya kelebihan kapasitas di RS bisa diatasi," paparnya.
Menurut dia, yang lebih memalukan ialah kelebihan kapasitas rumah sakit rujukan ini tidak dialami provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah maupun sejumlah daerah lainnya di Indonesia.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.