Dari 60 keluarga di RT ini, kata Iman, penerima bantuan tercatat hanya empat keluarga. Itu pun dari pemerintah daerah setempat.
Satu keluarga menerima bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa sembako senilai Rp350.000 dan uang tunai Rp150.000. Sementara itu, tiga keluarga mendapat bantuan langsung tunai dari Pemkot Bogor masing-masing Rp500.000.
Sebelumnya, Iman sudah mengajukan semua warganya yang terdampak Covid-19 ke dalam daftar baru penerima bantuan sosial ke kelurahan setempat. Tapi, hanya empat nama keluarga yang keluar sebagai penerima bantuan.
"Tapi data yang kita ajukan, nggak semua dapat. Hanya beberapa orang, dan tidak bisa diintervensi pihak RT," kata Iman.
Iman mengaku mendapat tekanan berupa pertanyaan-pertanyaan dari warga yang belum mendapat bantuan.
"Pak itu kok sudah, saya belum, kapan. Saya kan juga bingung menjawabnya, saya tanya ke kelurahan, kelurahan juga bingung jawabnya," kata Iman.
Data amburadul
Data yang tidak valid ini bisa jadi masalah tersendiri bagi sejumlah para ketua RT di Jakarta. Sebelumnya, sejumlah penyaluran bantuan sosial tidak tepat sasaran, seperti diungkap Ketua RT 10 RW 08 di Cipulir, Jakarta Selatan, Dedi Haryanto.