Warga Malang Siapkan Tim Khusus Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 14 Mei 2020 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 519 2214045 warga-malang-siapkan-tim-khusus-pemulasaran-jenazah-pasien-covid-19-jKrPn6pEBO.jpg Simulasi pemulasaran jenazah pasien covid-19 (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG - Bila di sejumlah daerah jenazah pasien Covid-19 atau virus corona mendapat penolakan. Di Kota Malang ada satu kampung tanggung Narubuk, yang bahkan sudah dipersiapkan untuk melakukan pemulasaran khusus bilamana ditemukan ada pasien terindikasi Covid-19 meninggal dunia.

Tim pemusalaran kampung tangguh yang diinisiasi oleh Korem 083 Baladika Jaya dan Polresta Malang Kota, telah dibekali pengetahuan oleh para akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang.

Dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) tim pemusalaran jenazah dari Kampung Tangguh di RW 02 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, melakukan praktek pemulasaran jenazah mulai memandikan, mengkafani, hingga memakamkan jenazah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meninjau simulasi pemulasaran jenazah oleh warga ini mengapresiasi langkah simulasi yang dilakukan supaya tak terjadi penolakan jenazah pasien Covid-19.

"Pola-pola yang mungkin sebelumnya dianggap serem cara memandikan jenazah dan jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tapi masyarakat paham, yang kemungkinan bisa menghindarkan penolakan pemakaman seperti di beberapa tempat terjadi," ujar Khofifah pada Kamis (14/5/2020).

Sementara itu Ketua RW 02 Kelurahan Srinayu Setyaningsih mengatakan bila tim pemulasaran jenazah khusus Covid-19 di kampungnya ini supaya mengantisipasi bila ada penolakan pemakaman pasien terindikasi corona oleh warga sebagaimana yang terjadi di daerah–daerah lainnya.

“Tim pemulasaran mencari tahu sendiri pengalaman banyak yang menolak, karena kondisi jenazah terakhir takutnya bisa menular. Bulan maret kemarin dari pihak sini untuk simulasi dan memandikan jenazah,” ungkap Nayu.

Baca Juga : China Laporkan 3 Kasus Baru Virus Corona

Bahkan di lingkungannya ini juga terdapat tim khusus pemulasaran Covid-19 dengan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. “Yang bertugas memandikan jenazah, kita punya paguyuban makam. Kita juga sudah ada bantuan APD lengkap,” paparnya.

Dari sini diharapkan tim pemulasaran dan pengurus kampung tangguh corona bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya tidak lagi menolak pasien corona yang meninggal untuk dimakamkan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini