JAKARTA - Roda perekonomian sejumlah warga DKI Jakarta tersendat lanataran diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19. Terutama bagi mereka yang bergerak di bidang transportasi, salah satunya para sopir bajaj.
Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono mengatakan, saat yang lain berbondong-bondong memberi bantuan pada para pengemudi ojek online, sopir taksi, dan lainnya, keberadaan sopir bajaj seolah terlupakan.
"Salah satu segmen yang masih kurang diperhatikan adalah sopir bajaj, walaupun jumlahnya tidak sebanyak ojek online tetapi bukan berarti kita bisa melupakan mereka," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Sabtu (16/5/2020).

Pihaknya juga ingin mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa bajaj adalah salah satu transportasi umum yang tidak dilarang pemerintah di masa PSBB sehingga dapat menjadi opsi yang aman bagi masyarakat untuk digunakan.
Dikatakannya, partainya kini mendistribusikan ratusan bantuan berupa sembako, face shield dan hand sanitizer kepada sopir bajaj di Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan. Harapannya upaya ini membuka mata dan pikiran semua pihak, bahwa masih banyak lapisan masyarakat yang terdampak virus corona.
Baca Juga : Curhat Pedagang Pasar Senen, Ramadhan Hampir Berakhir Pembeli Masih Sepi
Diaz mengingatkan, jangan sampai ada diskriminasi dalam memberikan bantuan selama masa pandemi ini. Sebab, dia mengimbau, masyarakat tidak hanya berpangku tangan dalam mengentaskan dampak virus tersebut. "Jika kita ingin mensejahterakan rakyat, kita harus bisa menyentuh semua segmen masyrakat," tegas putra Hendropriyono itu.
Saat ini, sambungnya, pemerintah tengah mengupayakan pendistribusian bantuan sosial dapat dilakukan secara merata dan tepat sasaran.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.