Namun, keluarganya menolak dengan alasan sudah dua kali rapid test Covid-19 hasilnya negatif. Pasien akhirnya dirawat di ruang paru interne.
Kamis 14 Mei pahi, kondisi pasien terus memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia, meski sudah dilakukan tindakan nebu.
Seorang dokter menganjurkan diambil sampel swab dari pasien itu. Kemudian pihak RSUD Arosuka memutuskan jenazah ditangani dengan protokol Covid-19. Namun, keluarga menolak.
Dari keterangan keluarga, almarhum dimandikan oleh keluarga mamakai alat pelindung diri (APD) seadanya yakni berupa mantel plastik dan sarung tangan.
Namun, tidak semua yang memandikan jenazah memakai APD, apalagi APD khusus. Pemakaman almarhum juga tidak dilakukan dengan protokol pemakaman Covid -19.
Ia menyatakan hari ini akan dilakukan tracing terhadap yang melakukan kontak erat dengan BS. "Hari ini, kami akan melakukan tracing terhadap kontak erat dengan almarhum. Kontak erat memiliki risiko tinggi tertular akan pengambilan swab langsung," ujarnya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.