Perangi Covid-19, Ridwan Kamil: Target Kami Seperti Korea Selatan

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 16 Mei 2020 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 16 525 2215171 perangi-covid-19-ridwan-kamil-target-kami-seperti-korea-selatan-VuAaz01Hkw.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Instagram)

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menungkap bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah berasil memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Ridwan menyebut, selama Bodebek, Bandung Raya, dan kota/kabupaten melakukan PSBB, ditemukan fakta bahwa terjadinya penurunan terhadap tren kasus positif Covid-19.

"Sebelum PSBB kasus harian kami ada di 40-an kasus per hari, di akhir di hari ini saya wawancara itu sudah turun ke 21-24 kasus per hari," kata Ridwan dalam jumpa pers streaming yang ditayangkan Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

Sebelum PSBB, Ridwan menyatakan, ada peningkatan pasien terkait virus corona di rumah sakit. Namun, setelah menerapkan kebijakan itu jumlah orang yang dirawat mengalami penurunan.

"Kemudian juga sebelum PSBB itu ada peningkatan terhadap pasien di rumah sakit, setelah PSBB kami turun dari akhir bulan April 430-an pasien, sekarang sudah 350-an pasien," ujar Ridwan.

Keberhasilan juga menyasar ke menurunnya angka kematian. Setelah melalukan PSBB korban dari penyakit itupun berkurang. "Sebelum PSBB tingkat kematian 7 orang per hari, setelah PSBB menjadi 4 orang per hari. Kemudian ada kenaikan kesembuhan hampir dua kali lipat," ucap Ridwan.

Menurut Ridwan, keberhasilan PSBB itu salah satunya adalah adanya pelarangan mudik dan melakukan pencegahan di segala lini. Saat ini, ada sembilan laboratorium yang aktif dan dilengkapi teknologi yang memadai.

Sehingga, kata Ridwan, yang tadinya hanya 140 per hari sampai sekarang melonjak menjadi 2.100 sampel yang bisa dilakukan pengetesan pada setiap harinya.

"Strategi kedua adalah pelacakan dan pengetesan Jawa Barat sudah melaksanakan pengetesan lebih dari 110 ribu kepada warga Jawa Barat, terbagi atas rapid tes, tes darah dan tes PCR," tutur Ridwan.

Ridwan menuturkan, Jawa Barat ingin mencontoh Korea Selatan dalam melakukan pengujian sampel. Hal itu diyakini mampu menekan angka penyebaran virus corona.

"Target kami adalah mengikuti Korea Selatan, 0,6% kali 50 juta, jadi harusnya 300.000 tes tapi Jawa Barat baru 110.000, kami masih ada kekurangan, dengan bantuan dari BNPB yang selalu support kepada kami di gugus tugas Jawa Barat. Maka kami berharap dalam waktu dekat ini bisa melakukan yang namanya pengetesan sampai 300.000. Minggu ini 15.000 kita tes di pasar-pasar terminal dan hasilnya Ada 1% ditemukan positif," papar Ridwan.

Lantaran belum diketemukan vaksi virus corona, Ridwan menekankan, untuk menekan angka kasus Covid-19 yang harus diperkuat adalah strategi benteng pencegahan, pelacakan, dan perawatan.

Baca Juga : Budi Karya Luruskan Pemberitaan "Positif Covid-19" yang Viral di Media Sosial

Dari tiga strategi itu, angka penyebaran kasus virus corona di Jawa Barat sampai saat ini terus mengalami penurunan.

"Perhari ini, setelah PSBB Provinsi dilakukan, kami menemukan wilayah Jawa Barat yang perlu diwaspadai hanya 37% berarti 63 persennya masuk dalam rentang aman dan terkendali sehingga pasca-PSBB kami bisa melakukan relaksasi ekonomi hidup kembali normal tapi dengan pembatasan," tutup Ridwan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini