Tak Ada Pasien Positif Covid-19, Majalengka Tetap Ajukan Perpanjangan PSBB

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 18 Mei 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 525 2215874 tak-ada-pasien-positif-covid-19-majalengka-tetap-ajukan-perpanjangan-psbb-T84uSLmPPp.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

MAJALENGKA - Meski saat ini sudah tidak ada kasus pasien terkonfirmasi positif terjangkit virus corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat tetap mengajukan perpanjangan masa pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan, pada tanggal 20 Mei 2020 mendatang pelaksanaan PSBB di tingkat Jawa Barat bakal berakhir. Namun, Pemprov Jawa Barat tidak akan memperpanjangnya. Oleh karena itu, kata Karna, pihaknya memutuskan untuk mengajukan perpanjangan PSBB ke Kemenkes.

"PSBB tingkat Provinsi Jawa Barat akan habis pada 20 Mei 2020 mendatang dan Pemprov akan menghentikan pemberlakuan PSBB. Tapi kami (Majalengka) akan mengajukan perpanjangan PSBB ke Kementrian Kesehatan RI," kata Karna kepada wartawan, Senin (18/5/2020).

Karna menyampaikan, keputusan tersebut diambil setelah adanya rapat koordinasi bersama Forkopimda, Gugus Tugas Covid-19 Majalengka, Satgas Keagamaan dan elemen masyarakat lainnya. Dalam rapat itu mayoritas semuanya mengusulkan perpanjangan PSBB di Kabupaten Majalengka.

Baca Juga: 3 Pasien Sembuh, Kini Tak Ada Lagi Kasus Positif Covid-19 di Majalengka

Ia menilai, pengajuan PSBB tahap kedua ini bertujuan untuk menanamkan kembali kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan upaya pencegahan penularan Covid-19. Seperti phycal distancing. Sebab, protokol kesehatan ini belum sepenuhnya dilaksanakan secara total.

"Majalengka dari hasil evaluasi PSBB kini sudah masuk zona biru alias aman. Karena kasus pasien dalam pengawasan (PDP) sudah mayoritas sembuh, kasus positif Covid-19 nihil. Namun karena sebentar lagi lebaran Idul fitri yang mobilitasnya tinggi dan rentan terjadi penyebaran, kita ajukan perpanjangan," tutur Karna.

Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso menuturkan, bila PSBB dihentikan bisa saja masyarakat melupakan dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Padahal kasus Covid-19 secara Nasional masih cukup tinggi.

Ia mengaku, sebelumnya dalam pelaksanaan PSBB tingkat Jawa Barat pihaknya sudah banyak melakukan upaya pencegahan Covid-19. Seperti memberikan peringatan kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker, melakukan cek suhu tubuh, menindak kerumunan, mendirikan dapur umum, dan sebagainya.

"Penularan kan bisa terjadi lewat mana saja. Kita harus tetap waspada. Jangan sampai sekarang ini minim kasus positif dan PDP di Majalengka, kembali meledak jelang dan pasca lebaran," ungkap Bismo.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini