Berdalih Bisa Gandakan Uang, Oknum Polisi Tipu Warga hingga Puluhan Juta

Nanang Fahrurozi, iNews · Selasa 19 Mei 2020 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 340 2216615 berdalih-bisa-gandakan-uang-oknum-polisi-tipu-warga-hingga-puluhan-juta-0RKDTL6sPa.jpg Ilustrasi

MERANGIN - Seorang oknum anggota Polres Merangin, Jambi membuat ulah. AS (28) bersama rekannya berinisial HI (40) dilaporkan seseorang dalam kasus penipuan.

Padahal, AS saat ini tengah mendekam di rumah tahanan Mapolres Merangin karena beberapa kasus lain yang menjeratnya. AS pun kini tengah diusulkan untuk dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Kedua pelaku diketahui berhasil membawa kabur uang korbannya dengan alibi bisa menggandakan uang dalam jumlah banyak dengan syarat menyetorkan uang jutaan rupiah.

Kejadian penipuan yang di alami ST (48) warga Desa Tegal Rejo,Kecamatan Margo Tabir bermula pada bulan Oktober 2019 lalu, dimana terlapor HI dan AS datang ke rumah korban dengan maksud untuk merubah nasib dengan cara menggandakan uang.

Untuk menyakinkan korban, pelaku memperlihatkan video seorang ustad sedang mengandakan sejumlah uang, dan pelaku mengatakan jika cara mengikuti bisnis dalam penggandaan uang tersebut harus menyiapkan uang sebanyak Rp 80 Juta.

Karena korban tidak mempunyai uang sebanyak yang diminta, akhirnya pelaku kembali merayu korban dengan mengatakan bagaimana jika pelaku dan korban patungaan uang dalam bisnis pengandaan uang tersebut. Dan akhirnya korban menyanggupi hanya Rp 10 juta.

Setelah pelaku mengambil uang dari korban, satu minggu kemudian korban dan pelaku berangkat ke Jakarta untuk menemui ustad yang diucapkan pelaku bisa mengandakan sejumlah uang, namun sesampai di Jakarta korban tak menemukan sang ustad, dan pelaku berdalih jika sang ustad kabur serta bisnis pengandaan uang gagal.

Karena tak ingin aksinya diketahui korban, akhirnya pelaku kembali berdalih akan mencari sang ustad, karena korban percaya akhirnya korban kembali ke Kabupaten Merangin, semenjak itu pelaku sulit ditemui dan dicari. Merasa telah ditipu akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Merangin.

Kapolres Merangin AKBP M.Lutfi membenarkankan jika ada laporan terkait kasus penipuan dengan terlapor AS yang masih berstatus anggota Polri.

“AS dilaporkan bersama temanya HI, kasus ini masih di dalam penyelidikan sebab korban baru melaporkan ke Polres Merangin, dimana kejadianya pada tahun lalu, untuk oknum AS sudah berada di tahanan Mapolres dalam kasus yang berbeda, sebab saat ini AS sudah ada 6 atau 7 Laporan Polisi, dan AS ini sudah kita ajukan untuk PTDH," Jelas Kapolres.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini