nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Perawat di Mojokerto Terpapar Covid-19, Petugas Lacak Kronologi Penularan

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 22 Mei 2020 09:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 519 2217815 seorang-perawat-di-mojokerto-terpapar-covid-19-petugas-lacak-kronologi-penularan-N6L3VsjLWG.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

MOJOKERTO - Ketua Tim Tracking Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto dr. Langit Kresna Janitra mengatakan seorang perawat yang bertugas di RS Reksa Waluya Kota Mojokerto terpapar virus corona (Covid-19). Namun belum diketahui kronologi yang membuatnya tertular.

"Pasien ini merupakan perawat di RS Reksa Waluya berusia 50 tahun berjenis kelamin perempuan. Yang bersangkutan hasil rapid testnya sebelumnya reaktif," ujarnya melalui siaran pers, Jumat (22/5/2020).

Dari hasil rapid test yang reaktif tersebut kemudian perawat itu menjalani swab test dan sempat diisolasi di RS Reksa Waluya. Hasil swab test pertamanya pada Rabu 6 Mei 2020 sempat dinyatakan negatif.

"Hasil tes swab kedua keluar tanggal 20 Mei kemarin, baru dinyatakan positif, setelah swab pertamanya negatif," terang Langit Kresna.

Meski dinyatakan positif Covid-19, perempuan asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini hanya menjalani isolasi mandiri di rumahnya lantaran tak ada gejala klinis.

Baca Juga: Berita Baik, 2 Pasien Positif Covid-19 di Mojokerto Sembuh 

"Yang bersangkutan tidak memiliki gejala klinis sehingga hanya dilakukan isolasi mandiri di rumahnya," tuturnya.

Saat ini Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto tengah melakukan pelacakan asal usul corona yang menjangkiti perawat tersebut. Selain itu sejumlah rekan kerja dan anggota keluarga yang memiliki riwayat kontak juga dilakukan pelacakan.

Di Kabupaten Mojokerto hingga Jumat pagi terdapat 17 pasien positif corona, salah satunya merupakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mojokerto dr. Sujatmiko.

Baca Juga: Bocah Perempuan 9 Tahun di Mojokerto Positif Corona, Diduga Tertular dari Ibunya 

Dari 17 pasien itu, dua dinyatakan sembuh dan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sendiri mencapai 79 orang, dengan 540 orang dalam pemantauan (ODP).

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini