nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bill Gates Hadapi Pengadilan soal Vaksin Covid-19 Ternyata Hoaks

Ahmad Luthfi, Okezone · Sabtu 23 Mei 2020 11:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 23 18 2218461 bill-gates-hadapi-pengadilan-soal-vaksin-covid-19-ternyata-hoaks-T5R3ZC7QcA.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bill Gates, pendiri Microsoft kabarnya menghadapi persidangan di India terkait pengujian vaksin pada anak-anak. Pos di media sosial mengklaim Bill Gates menghadapi persidangan di India karena diduga menguji vaksin pada anak-anak secara ilegal.

Ternyata kabar tersebut menyesatkan, dikutip Reuters. Beberapa iterasi klaim berjudul "Bill Gates Menghadapi Persidangan di India untuk Menguji Anak-anak Suku dengan Vaksin secara Ilegal".

Seorang juru bicara untuk Gates Foundation mengkonfirmasi kepada Reuters melalui email bahwa tuduhan dalam klaim itu salah. Tidak ada gugatan yang tertunda terhadap Gates atau yayasannya terkait hal ini.

Uji coba vaksin yang dipermasalahkan tidak ilegal, meskipun kemudian dihentikan dan telah menjadi sumber kontroversi di India.

Klaim tersebut merujuk pada studi vaksin Human Papilloma Virus (HPV) yang dilakukan oleh organisasi nirlaba AS untuk Program for Appropriate Technology in Health (PATH). Penelitian tersebut, yang dibiayai oleh Yayasan Bill & Melinda Gates, dibatalkan pada 2010 setelah media lokal melaporkan kematian tujuh gadis yang ikut serta.

Studi ini dibatalkan pada 2010 setelah laporan media lokal menyoroti kematian tujuh gadis yang ikut serta. Majalah Science melaporkan bahwa investigasi yang dilakukan oleh komite yang ditunjuk oleh Pemerintah India kemudian menentukan bahwa kematian tidak terkait dengan demonstrasi vaksin.

“Lima ternyata tidak ada hubungannya dengan vaksin: Seorang gadis tenggelam di tambang; yang lain meninggal karena gigitan ular; dua orang bunuh diri dengan menelan pestisida; dan satu meninggal karena komplikasi malaria. Penyebab kematian dua gadis lainnya kurang pasti: satu mungkin karena demam, atau demam tinggi, dan yang kedua dari dugaan pendarahan otak".

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini