Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

New Normal Mulai Diterapkan di Lingkup Pemprov Jateng, Ini Penjelasan Ganjar Pranowo

Agregasi Solopos , Jurnalis-Selasa, 26 Mei 2020 |14:12 WIB
New Normal Mulai Diterapkan di Lingkup Pemprov Jateng, Ini Penjelasan Ganjar Pranowo
Gubernu Jateng Ganjar Pranowo. Foto: Okezone
A
A
A

SEMARANG – Pemerintah pusat menggaungkan penerapan new normal dalam kehidupan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Sebagian pemerintah daerah meresponsnya secara positif, bahkan sudah ada yang bersiap melakukannya.

Contohnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov) Jateng telah menerapkan uji coba new normal di lingkungan pemerintahan. Hal itu dilakukan sebagai latihan sebelum mengedukasi masyarakat tentang pola hidup baru ini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, setelah uji coba di lingkungan pemerintahan, maka ke depan akan dilakukan hal serupa di perkantoran swasta maupun di pusat-pusat keramaian seperti mal.

“Jadi yang layanan umum mesti mengikuti protokol kesehatan, biasanya yang berhubungan dengan masyarakat langsung ada tabir pembatasnya. Yang back office kita minta untuk mengatur jaraknya agar tidak terlalu dekat,” kata Ganjar pada Selasa (26/5/2020) sebagaimana dikutip dari Solopos.

Menurut dia instansi swasta sebenarnya sudah melakukan percobaan cukup banyak. Mulai dari pengaturan jarak, penggunaan masker, hingga sering cuci tangan.

“Di Kudus kemarin sudah ada yang menerapkan, maka beberapa pabrik juga kita minta untuk melakukan itu agar bisa ditiru. Pasar-pasar di Salatiga juga telah lebih dulu,” kata Ganjar.

Kalau penerapan new normal di pabrik, pasar, maupun mal sudah menjadi pengetahuan umum, mulai visualnya, bentuk serta polanya. Menurut Ganjar dengan sendirinya semua akan menemukan satu formula yang bagus.

Khusus untuk supermarket dan mal, Ganjar telah menginstruksikan agar bupati dan wali kota di Jateng lebih ketat menerapkan aturan protokol kesehatan.

Gubernur Jateng itu menyebut saat ini telah memasuki masa-masa kritis, terutama saat Ramadan dan Lebaran kemarin karena banyaknya masyarakat yang belanja.

“Kita sudah minta kalau tidak bisa taat tutup. Mudah-mudahan pasca-Lebaran ini sudah agak reda sehingga bisa diatur lagi. Kita minta pengusaha tolong semuanya diatur dengan baik,” tandasnya.

Baca Juga: Siap Terapkan New Normal, Wali Kota Malang: Kita Susun Protokolnya

Agar aturan protokol kesehatan itu berjalan optimal, Ganjar mengatakan agar seluruh daerah menerjunkan seluruh potensi penegak peraturan, dari Satpol-PP, petugas pengamanan, hingga pengawasan masyarakat. Terlebih beberapa daerah telah menerbitkan regulasi seperti peraturan wali kota maupun peraturan daerah untuk mendukung penerapan new normal di Jateng.

“Tapi kita belum akan melakukan normal baru dalam waktu pendek. Kalau nanti kita melihat grafiknya masih tinggi tentu belum bisa kita terapkan. Grafiknya harus turun dulu. Kalau sudah mulai turun ekstrem sampai hampir menyentuh batas bawah, nah itu normal baru bisa. Sekarang kita latihan dulu,” ujar dia.

Sebelumnya Pemkot Malang juga telah bersiap untuk menerapkan new normal dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan prosedur penerapannya segera dibuat.

Baca Juga: Panduan New Normal, Hati-Hati Perang Lawan Corona Belum Usai

"Setelah ini kita memasuki New Normal Kota Malang, di mana spirit dan roh yang akan kita bangun adalah beradaptasi pada kondisi masa Covid-19. Akan kita susun protokolnya,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement