Menuju New Normal, Pemkot Solo Bakal Tutup Rumah Karantina

Bramantyo, Okezone · Selasa 26 Mei 2020 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 512 2219901 menuju-new-normal-pemkot-solo-bakal-tutup-rumah-karantina-A97TW7DOvT.jpg Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

SOLO – Menuju penerapan normal baru atau disebut new normal, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai berbenah diri. Ditengah pandemi Covid-19 ini, Pemkot Solo sedang meninjau kembali penerapan status kejadian luar biasa (KLB) Corona.

"Masih kami koordinasikan apakah Kejadian Luar Biasa (KLB) corona akan dicabut atau hanya kelonggaran," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (26/5/2020).

Salah satu tujuannya agar warga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, tapi tetap melaksanakan sesuai protokol kesehatan. Sebab sampai saat ini, masih ada penambahan pasien positif virus corona di Kota Solo.

"Nanti kita lihat hasilnya (koordinasi) seperti apa," ujarnya.

Namun salah satu langkah yang akan diambil Pemkot Solo, di antaranya menutup rumah karantina di Graha Wisata Niaga Solo, mulai Jumat (29/3/2020).

Meski ditutup, pengawasan bagi warga yang datang dari wilayah zona merah pandemi Covid-19 tetap dilakukan dengan melibatkan kelurahan hingga rukun tetangga (RT).

"Masyarakat tetap melakukan karantina secara mandiri bagi orang dalam pemantauan (ODP) agar penyebaran virus Covid-19 tidak meluas. Mulai dari lurah hingga RT harus memantau warganya yang pulang dari zona merah agar mengarantina diri selama 14 hari di rumah," tutur Rudy.

Wali Kota menambahkan, saat ini Pemkot Solo sudah melakukan persiapan menuju kondisi new normal. Khususnya di dunia pendidikan, terkait mekanisme kehadiran siswa di sekolah. Saat ini sedang proses untuk infrastrukturnya.

"Jadi new normal itu bisa 30% di sekolah 70% di rumah. Atau sebaliknya 50% di sekolah dan 50% di rumah," katanya.

Saat ini ia banyak mendapat masukan dari orangtua murid jika aktivitas belajar mengajar dilaksanakan kembali pada Juni mendatang karena bahaya Covid-19 belum sepenuhnya menghilang.

"Ada kekhawatiran dari orangtua jika anaknya tertular virus corona," tutur Rudy.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini