MADIUN - Balon udara terus menebar teror di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Setelah sebelumnya jatuh di persawahan dan pemukiman warga. Kini balon udara di ketahui nyangkut di sebuah kabel listrik sutet milik PLN, tepatnya di desa Purworejo Kecamatan Geger.
Peristiwa itu terjadi senin 25 Mei, dan terekam video amatir warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi.
Dalam video berdurasi dua menit sebelas detik itu nampak Petugas Pemelihara Jaringan PLN berjibaku mengambil balon yang menyangkut pada Kabel Sutet. Dengan penuh resiko, petugas PLN itu bergerak dengan cara duduk, merayap, menuju titik balon udara tersangkut.
Ardimas Rumanggar, petugas di Unit Pelaksana Transmisi PLN Madiun saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa adanya kabel yang nyangkut di kabel Sutet PLN. Menurutnya, kejadian itu terjadi di jaringan sutet 150 KV Ponorogo-Manisrejo line 1, di Desa Purworejo Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
"Kejadiannya tadi siang jam 12.00 di jaringan SUTT 150 KV Ponorogo - Manisrejo line 1. Pekerjaan selama 1 jam. Balon udara berhasil diamankan sebelum muncul gangguan," jelasnya melalui pesan singkat.
Baca Juga: Belasan Balon Udara dan Ribuan Petasan di Ponorogo Disita Polisi
Ardimas mengaku pihaknya saat ini sedang memerangi balon udara yang biasanya mencapai puncak saat lebaran ketupat nanti. Bersama aparat terkait pihaknya berpatroli termasuk melakukan penggrebekan lokasi penerbangan balon udara.
"Sekarang ini memang lagi memerangi balon udara mas. Puncaknya biasanya pas lebaran ketupat nanti. Segala upaya kita lakukan, mulai mitigasi lokasi kerawanan, sosialisasi, pemasangan panflet dan spanduk. Kerja sama dengan aparat dan patroli gerebek balon udara. Alhamdulilah belum sampai menyebabkan gangguan, karena sudah di tindak lanjuti," terang Ardi panjang lebar.
Sementara itu Kapolres Madiun AKBP Edwwi Kurniyanto tak henti hentinya mengimbau masyarakat agar tak menerbangkan balon udara. Bukan hanya membahayakan penerbangan pesawat, balon udara juga membahayakan siapa saja saat jatuh.
Eddwi mengaku jajaranya sudah melakukan pengecekan di lapangan dan memastikan balon balon udara tersebut tidak berasal dari Madiun.
"jajaran di lapangan sudah melakukan pengecekan. Tidak ada warga Madiun yang menerbabgkan balom udara. Itu dari daerah lain. Ya masyarakat janganlah menjadikan balon udara sebagai tradisi, berbahaya. Bayangkan bagaimana jika jatuh di rumah warga, jalan raya apa yang akan terjadi," imbau orang nomor satu di Polres Madiun itu melalui sambungan telepon.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.