HRW: Citra Satelit Tunjukkan 200 Rumah di Rakhine Terbakar

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 27 Mei 2020 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 18 2220217 hrw-citra-satelit-tunjukkan-200-rumah-di-rakhine-terbakar-rYbT8NQ2bV.jpg Citra satelit konsisten dengan keterangan saksi mata mengenai waktu kebakaran terjadi dan rumah-rumah yang terdampak dalam serangan di sebuah desa di Rakhine. (Foto: Human Rights Watch)

CITRA satelit menunjukkan bahwa sekira 200 rumah dan bangunan lain dihancurkan oleh api dalam beberapa pekan terakhir di sebuah desa etnis Rakhine di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Human Rights Watch (HRW) yang melaporkan penemuan itu mengatakan bahwa itu adalah kejadian terbaru dalam serangkaian kebrutalan yang diduga dilakukan oleh tentara Myanmar terhadap warga sipil dari latar belakang etnis yang berbeda.

"Pembakaran Desa Let Kar memiliki semua ciri pembakaran militer Myanmar di desa Rohingya dalam beberapa tahun terakhir," kata Wakil Direktur Asia HRW, Phil Robertson dalam sebuah pernyataan pada Selasa (26/5/2020).

"Investigasi yang kredibel dan tidak memihak sangat diperlukan untuk mencari tahu apa yang terjadi, menghukum mereka yang bertanggung jawab, dan memberikan kompensasi kepada warga desa yang dirugikan."

Awal bulan ini, militer Myanmar juga dipaksa untuk mengakui bahwa pasukannya menganiaya tahanan etnis Rakhine, setelah sebuah video tentara memukuli tahanan yang ditutup matanya yang tersebar di media sosial.

Angkatan bersenjata Myanmar telah berperang melawan Tentara Arakan (AA), kelompok pemberontak yang mencari otonomi lebih besar untuk wilayah barat, di Negara Bagian Rakhine, selama lebih dari setahun. Bentrokan di Rakhine dan negara bagian tetangga Chin telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan puluhan orang tewas dan ribuan lainnya mengungsi.

HRW mengatakan, citra satelit dari Desa Let Kar juga memiliki kemiripan yang dekat dengan pola kebakaran dan serangan pembakaran yang meluas oleh militer Myanmar di desa-desa etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine pada 2012, 2016, dan 2017.

Menurut keterangan HRW yang dilansir Al Jazeera, citra satelit pada 16 Mei 2020, pukul 10.30 pagi tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan di Let Kar. Tetapi pada pukul 14:12, sebuah satelit lingkungan mendeteksi kebakaran besar yang terjadi di sana.

Analisis kerusakan HRW dari 200 bangunan yang terbakar kemungkinan besar merupakan perkiraan yang rendah karena kerusakan internal pada bangunan tidak terlihat, tambah kelompok itu

Citra satelit konsisten dengan laporan saksi mengenai tanggal dan waktu kebakaran serta jumlah bangunan yang terkena dampak.

Warga di desa tetangga Bu Ywat Ma Nyo juga melaporkan serangan serupa oleh tentara Myanmar pada hari yang sama, dengan penduduk desa melaporkan mendengar suara tembakan dan melihat api dan asap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini