Kasus DBD di Tasikmalaya Lebih Banyak dari Corona, 8 Warga Meninggal

Asep Juhariyono, iNews · Rabu 27 Mei 2020 15:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 27 525 2220412 kasus-dbd-di-tasikmalaya-lebih-banyak-dari-corona-8-warga-meninggal-qzZC9sHWl5.jpg (Foto: Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA – Delapan orang warga Kota Tasikmalaya, meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD), dari 412 kasus selama bulan Januari hingga akhir Mei 2020.

Jumlah kasus penderita DBD di Kota Tasikmalaya tersebut melebihi jumlah pasien positif Covid-19 yang selama ini terjadi. Data ini berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

"Betul, saat ini untuk kasus positif DBD di Kota Tasikmalaya sudah melebihi jumlah kasus Covid-19, di mana kasus DBD jumlahnya sudah mencapai 412 kasus dari awal Januari sampai Mei 2020. Untuk kasus yang meninggal dunia ada 8 orang dari jumlah tersebut,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, saat dihubungi melalui samhungan telepon, Rabu (27/5/2020).

Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 saat ini yang positif swab atau PCR 23 orang dan temuan reaktif hasil tes RDT 27 orang, jumlah tersebut merupakan akumulatif sampai hari ini.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Suryaningsih menambahkan, jumlah kasus DBD yang disebabkan nyamuk aedes aegypti di wilayahnya masih mengalami peningkatan hingga sekarang. Sehingga, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan dan melaksanakan 3M (menutup, menguras dan mengubur barang bekas), untuk mencegah penularan DBD.

Baca juga: Basmi Nyamuk Menggunakan Pestisida Tidak Efektif, Ini Alasannya

"Jadi selain pandemi Covid-19, juga ada yang lebih bahaya lagi penyakit di Kota Tasikmalaya yaitu DBD. Kita bersama masyarakat terus berupaya untuk mencegah agar penyakit yang disebabkan nyamuk aedes tersebut semakin menyebar," tambah Suryaningsih.

Sementara itu, penyebaran kasus DBD di wilayah Kota Tasikmalaya terjadi hampir di seluruh kecamatan, namun yang paling banyak di Kecamatan Purbaratu, Kawalu, Cipedes, Tawang, Indihiang dan Bungursari. Bahkan, ada beberapa pasien meninggal akibat DBD masih berusia balita dan anak yang berumur antara 4 sampai 8 tahun.

"Untuk kasus meninggal dunia yang masih berusia anak harus dilihat dulu datanya pastinya, namun kalau tidak salah ada 5 sampai 6 kasus DBD anak yang meninggal dunia," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap DBD di saat masa pandemi corona seperti sekarang ini.

Masyarakat pun diminta agar bisa memanfaatkan waktu di rumah untuk melakukan pencegahan penyebaran jentik nyamuk dengan cara selalu rutin membersihkan lingkungan sekitar.

Warga juga diminta agar membersihkan genangan air dan selalu memberantas sarang nyamuk aedes aegypti.

"Masyarakat pun bisa meminta bantuan pihak Puskesmas terdekat untuk pemberantasan sarang nyamuk. Karena baik DBD ataupun corona sama berbahaya, Jadi mari kita sama-sama selalu waspada," pungkasnya.

(qlh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini