Mobil Laboratorium Digeser, Pemkot Surabaya 2 Kali Bubarkan Pasien untuk Tes Swab

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 29 Mei 2020 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 519 2221728 mobil-laboratorium-digeser-pemkot-surabaya-2-kali-bubarkan-pasien-untuk-tes-swab-WF3VmdTAZM.jpg Ilustrasi (Ist)

SURABAYA – Pemkot Surabaya terpaksa membubarkan pasien yang akan melakukan tes swab untuk mengetahui apakah terinfeksi virus corona atau tidak sebanyak dua kali. Pembubaran dilakukan lantaran mobil laboratorium untuk tes swab digeser ke daerah lain oleh Gugus Tugas Jatim.

Kondisi tersebut disesalkan Pemkot Surabaya. Sebab tes swab untuk pasien sangat dibutuhkan agar bisa mempercepat dalam penanganan. Di samping itu, mengumpulkan pasien untuk bersedia dilakukan tes swab tidak mudah.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, menjelaskan sebetulnya pada Kamis kemarin, Surabaya sudah akan dibantu mobil laboratorium tersebut. Awalnya, akan langsung dipergunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji dan Dupak Masigit. D isitu ada warga dari Krembangan Selatan.

“Jadi, bantuan dari BNPB itu dua mobil laboratorium dan sudah kami tentukan titik-titiknya selama mobil itu berada lima hari di Kota Surabaya. Masing-masing titik itu kami siapkan 200 orang untuk dilakukan tes swab. Mereka itu yang belum dites swab dan waktunya swab ulang supaya cepat selesai penanganannya,” kata Feny, sapaan Febria Rachmanita, Jumat (29/5/2020).

Namun, waktu itu diundur pukul 13.00 WIB karena mobil dialihkan dulu ke Rumah Sakit Unair dan tidak langsung ke Hotel Asrama Haji. Karena dijadwalkan pukul 13.00 WIB, kemudian para pasien di Hotel Asrama Haji dipersiapkan sekitar pukul 12.30 WIB dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Rupanya mobil itu tidak datang hingga menunggu 5 jam lebih. Mobil baru datang sekitar pukul 18.30 WIB. Pada Kamis kemarin, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi sudah menjanjikan setelah dari daerah lain, mobil itu akan ke Surabaya.

Sehingga disiapkanlah warga di Kelurahan Tanah Kali Kedinding sebanyak 200 orang untuk tes swab. Pihaknya sudah siapkan sejak pukul 07.00 WIB. Warga antusias untuk mengikuti tes tersebut.

"Tapi, tak lama kemudian saya mendapatkan kabar bahwa dua mobil itu sama-sama dialihkan ke luar daerah. Akhirnya, kami dua kali membubarkan pasien untuk melakukan tes swab,” ucapnya.

Pihaknya sangat menyesalkan sikap tersebut. Sebab, pihaknya sudah merayu pasien-pasien itu untuk melakukan pemeriksaan swab, tapi mereka harus dibubarkan karena mobilnya tidak datang.

“Kami sangat menyesalkan itu, bisa-bisa nanti kami tidak dipercaya lagi oleh para pasien. Apalagi ini harus bergerak cepat supaya segera tertangani dan pasien tidak menunggu. Apabila dua mobil itu sejak awal berada di Surabaya dan bisa melakukan tes swab di Surabaya, besar kemungkinan akan selesai dites semuanya," tutur Feny.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini