Kasus BBM Bercampur Air, Pertamina: Oknum Jual dari SPBU yang Sudah Tutup

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Minggu 31 Mei 2020 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 31 340 2222255 kasus-bbm-bercampur-air-pertamina-oknum-jual-dari-spbu-yang-sudah-tutup-6JYN8QJRaD.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

DELISERDANG – SPBU Pertamina di kawasan Pancurbatu, Deliserdang, Sumatera Utara, diduga telah menyaluran bahan bakar minyak (BBM) tak layak pakai kepada masyarakat. BBM yang dijual ditengarai bercampur (terkontaminasi) dengan air.

Kasus penyaluran BBM tak laik jual itu terungkap setelah video rekaman protes warga yang menjadi korban, diunggah ke media sosial dan dibagikan ke jaringan di aplikasi perpesanan Whatsapp.

Dalam video itu, warga protes karena sesaat setelah diisi bahan bakar, mobilnya yang tergolong baru tak bisa dinyalakan. Saat diperiksa, terdapat air dengan konsentrasi yang cukup tinggi pada BBM yang dibelinya.

Unit Manager Komunikasi dan CSR pada PT Pertamina MOR I-Sumbagut, Roby Hervindo, langsung memberikan keterangan terkait kasus BBM bercampur air tersebut.

“Yang terlihat di video itu BBM jenis Dexlite yang ditengarai terkontaminasi air,” sebut Roby.

Baca Juga: Tak Turunkan Harga BBM, Pertamina Justru Diskon Pertamax Cs 30% 

Roby mengaku, mereka telah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan ke lapangan atas informasi yang beredar melalui video tersebut.

Dari hasil pemeriksaan internal mereka, diketahui jika SPBU yang diduga menjual BBM bercampur air itu adalah salah satu SPBU 14.203.170 yang berada di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang, Sumatera Utara. SPBU itu sudah tidak beroperasi sejak Agustus 2019.

Kandungan air yang terdapat pada BBM Dexlite dari SPBU tersebut diperkirakan berasal dari sisa penguapan dalam tangki SPBU. Karena sejak lama tidak digunakan, terkumpul penguapan sehingga mengkontaminasi stok BBM dalam tangki.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kami, diduga oknum SPBU menjual sisa stok yang ada dalam tangki tanpa sepengetahuan dan izin Pertamina,” tegasnya.

Roby mengungkapkan, SPBU dihentikan operasionalnya sejak Agustus 2019 lalu karena pengelola SPBU belum mendapatkan izin penggunaan lahan atas lokasi SPBU-nya.

“Sesuai standar operasional perusahaan, Pertamina langsung menghentikan penyaluran BBM ke SPBU tersebut karena tak punya izin penggunaan lahan,” terangnya.

Saat ini, sebut Roby, Pertamina sudah menurunkan tim untuk menyegel seluruh nozzle dispenser di SPBU tersebut. Sehingga menghindari digunakan kembali tanpa sepengetahuan Pertamina.

“Pertamina juga melakukan pemeriksaan dan pencatatan sisa stok serta totalizator,” tandasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini