Heboh Kuburan Dibongkar, Polisi: Jasadnya Masih Utuh

Agregasi Balipost.com, · Minggu 31 Mei 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 31 340 2222315 heboh-kuburan-dibongkar-polisi-jasadnya-masih-utuh-aW3x2XNKxf.jpg Kuburan ditemukan terbongkar. Foto diambil dari Balipost. Sumber: Istimewa

BALI – Sudah semestinya orang meninggal dihormati dengan cara tidak mengganggunya lagi. Namun yang terjadi di Dusun Mekar Sari, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, terdapat satu kuburan yang diusik dengan cara membongkarnya.

Awal diketahui terbongkarnya kuburan itu yakni pada Rabu 27 Mei 2020 warga setempat, Made Sukarma (53), mencari barang bekas sisa upacara penguburan di sekitar kuburan.

Sukarma, saat itu melihat kuburan almarhum Komang Dita Astriani (11) warga Dusun Abasan, Desa Panji, seperti telah tergali. Hanya saja kerusakan kuburan itu tidak terlihat jelas karena terhalang peti di atas lubang kuburan. Temuan itu kemudian diberitahukan kepada Made Nosen (40), ayah dari almarhum. Hal itu kemudian dipastikan ayah almarhum ke setra, melihat kuburan anaknya.

Setelah diamati, gundukan tanah kuburan almarhum anaknya telah tergali. Informasi itu kemudian cepat menyebar, membuat heboh sehingga warga datang ke lokasi. Beberapa saat kemudian, polisi tiba di untuk melakukan pemeriksaan. Garis polisi dipasang guna menghindari hal–hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung membenarkan adanya peristiwa pembongkaran kuburan. Dari hasil pemeriksaan di TKP dan keterangan saksi, kuburan almarhum Dita Astriani ditemukan telah terbongkar. Tanah penutup lubang kuburan telah tergali dengan kedalaman sekitar 1 meter. Diduga penggalian menggunakan cangkul.

Baca Juga: Puluhan Kuburan Warga Tionghoa Rusak Dihempas Gelombang di Aceh

Sementara kondisi jasad almarhum masih utuh terkubur dalam tanah. “Benar kita menerima laporan ada lubang kubur yang ditemukan tanah penutup lubangnya digali. Setelah kita periksa bersama pihak keluarga jasad yang dikubur dua hari lalu itu masih utuh di dalam lubang,” katanya sebagaimana dilansir dari Balipost pada Minggu (31/5/2020).

Atas peristiwa itu, orangtua almarhum dan keluarganya tidak mempermasalahkan dan tidak menuntut secara hukum kepada siapapun atas pembongkaran kuburan anaknya. Kejadian ini diangap sebagai musibah. Lubang yang tergali itu ditutup kembali dengan baik.

“Keluarganya tidak mempermasalahkan pembongkaran lubang kuburan itu, karena menganggap musibah, dan untuk sementara kami masih tetap mengumpulkan data-data di lapangan untuk mencari tahu siapa yang merusak lubang kubur yang membuat warga heboh,” kata Landung.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini