Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Koordinator Mobil PCR Jatim Angkat Bicara soal Amukan Risma

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 01 Juni 2020 |12:04 WIB
Koordinator Mobil PCR Jatim Angkat Bicara soal Amukan Risma
Foto: iNews
A
A
A

MALANG – Kemarahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini lantaran mobil laboratorium PCR yang seharusnya akan digunakan untuk pengecekan sampel spesimen swab pasien, membuat penanggungjawab koordinator mobil dr Joni Wahyuhadi angkat bicara.

Kedatangan dua unit mobil laboratorium PCR ini lantaran sejumlah laboratorium yang ada di Jawa Timur terjadi antrian yang cukup panjang. Terlebih labotorium Institute Tropical of Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) yang jadi andalan pengetesan sampel ‘tumbang’ lantaran beberapa tenaganya terpapar corona.

“Mobil memang sudah dilakukan kegiatan untuk melakukan PCR di berbagai tempat, dan mobil itu merupakan bantuan untuk BNPB pusat, dikarenakan ada laboratorium kita yang mengalami gangguan, sehingga, bu Gubernur, Pangdam, Kapolda, kemarin itu berupaya untuk mendatangkan bantuan dari BNPB pusat,” jelas Joni pada Minggu 31 Mei 2020 kemarin.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur menambahkan, mobil tersebut memang hadir di Jawa Timur, diutamakan untuk menangani sampel – sampel pasien terindikasi corona di Surabaya.

“Datang mobil bantuan dari BNPB, mobil PCR itu, yang diperuntukkan bagi masyarakat Jawa Timur khususnya, karena memang Surabaya itu merupakan episentrum, maka Surabaya merupakan prioritas,” ujarnya saat di Bakorwil III Malang.

Namun pria yang juga direktur RSUD dr. Sutomo ini tak menutup kemungkinan akan digeser ke daerah – daerah lain di Jawa Timur yang membutuhkan pengetesan cepat sampel – sampel swab.

“Kabupaten kota lain juga sudah banyak meminta untuk dilakukan pelayanan, karena menunggu PCR yang lama. Tulungagung, Lamongan, Gresik, itu terus kontak dengan kami, meminta (didatangkan mobil laboratorium PCR). Sidoarjo, biarpun kemarin sudah dilakukan layanan 150, masih ada 190 yang belum, Probolinggo juga minta. Jadi kabupaten lain juga memerlukan pelayanan,” paparnya kembali.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement