CEYLANPINAR - Seorang pengungsi Suriah bernama Ahmed Hilal ditampar oleh pegawai pemerintah Turki di distrik Ceylanpınar Provinsi Şanlıurfa di Turki.
Rekaman insiden penamparan itu kemudian viral memicu kemarahan warganet.
Video tersebut memperlihatkan Hilal menjawab pertanyaan oleh petugas keamanan yang bekerja di Direktorat Jenderal Usaha Pertanian (TİGEM) Turki.
Terlihat dalam video Hilal sedang menggembalakan domba di dekat area yang menurut petugas tidak diizinkan, menurut laporan media Turki.
Sementara tanggal pasti kapan insiden itu tidak dapat diverifikasi. Namun pencarian video di Twitter menunjukkan bahwa video tersebut diposting paling pada 29 Mei oleh pengguna dari fromanlıurfa alias Urfa.
“Kekerasan terhadap seorang gembala di Şanlıurfa Ceylanpınar. Dia berpikir bahwa dia akan menggunakan kekerasan di mana pun dia mau, mengenakan seragam apa pun, dengan cara apa pun. Karena dia sadar akan mendapat keuntungan dari apa yang dia lakukan,” tulis Said Sefa, seorang jurnalis Turki.
Turkish police beating an Arab shepherd in Ceylanpınar opposite to the occupied #Serekaniye/Ras al Ayn.
— Kendal Uzun (@Kendal_Uzun) June 1, 2020
These officers confidently filmed their action and posted it online.@TurkeyAffairs @Hevallo @davidgraeber#BlackLivesMatter #PoliceBrutality https://t.co/YW9xPiv8N7
Insiden terbaru itu terjadi kurang dari seminggu sejak polisi Turki membunuh seorang pengungsi Suriah di Kota Adana karena melanggar batasan jam malam virus corona.
Polisi mengatakan mereka secara tidak sengaja menembak Ali El Hamdan, yang dilaporkan berusia antara 17 dan 19 tahun. Pemuda itu lapor polisi tertangkap basah sedang dalam perjalanan untuk bekerja pada jam malam.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.