Aksi Solidaritas Kematian George Floyd di Paris Berakhir dengan Kerusuhan

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 18 2223690 aksi-solidaritas-kematian-george-floyd-di-paris-berakhir-dengan-kerusuhan-pplLfFYbXD.jpg Aksi solidaritas kematian George Flyod di Paris, Prancis. (Foto/Sky News)

PARIS – Aksi solidaritas kematian George Floyd di Paris, Perancis berakhir ricuh. Petugas keamanan menembakkan gas air mata ke para demonstran pada Selasa, 2 Juni 2020.

Para demonstran melakukan aksinya di depan Tribunal de Paris, gedung Pengadilan Paris.

Para pengunjuk rasa juga memberi penghormatan kepada Adama Traore (24), seorang pria kulit hitam yang meninggal dalam tahanan polisi Prancis pada Juli 2016.

Saat tksi akan berakhir, sejumlah pedemo terlihat melempari polisi anti huru hara dengan puing-puing dan membakar gedung-gedung di dekatnya.

Sky News

Ketegangan serupa juga terjadi di Marseille. Warga kesal karena kasus Traore masih belum selesai meski sudah terjadi empat tahun lalu. Investigasi masih berlangsung.

Kematian Traore disamakan dengan Floyd sebagai simbol kebrutalan polisi.

"Ketika Anda menolak untuk menangani masalah rasisme ... itu mengarah pada apa yang kita lihat di Amerika Serikat,” Dominique Sopo dari badan amal anti-rasisme Prancis SOS Racisme mengutip Sky news, Rabu (3/62020).

“Kasus George Floyd menggemakan apa yang kita takuti di Prancis," lanjut dia.

George Floyd (46) meninggal setelah seorang polisi kulit putih, Derek Chauvin menginjaknya dengan lutut di Minneapolis selama 8 menit. Padahal Floyd mengerang ia tidak bisa bernapas.

Floyd meninggal tak lama setelah itu, dan Chauvin menghadapi tuntutan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tingkat dua.

Demonstrasi atas kematiannya dengan cepat menyebar ke seluruh AS dan sekitarnya. Banyak demonstrasi berubah menjadi kekerasan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini