Pasutri Asal Kulonprogo Ini Dua Kali Tertunda Berangkat Haji

Kuntadi, Koran SI · Rabu 03 Juni 2020 13:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 510 2223866 pasutri-asal-kulonprogo-ini-dua-kali-tertunda-berangkat-haji-XGze0ycJ1P.jpeg Pasangan suami istri Edy Wundartono dan Anita Fajariyanti yang batal berangkat haji tahun ini (Foto: Istimewa)

KULONPROGO – Keputusan Menteri Agama, Fachrul Razi yang membatalkan pelaksanaan ibadah haji 1441 Hijriah atau 2020 Masehi karena pandemi Covid-19 membuat pasangan suami istri (Pasutri), Edy Wundartono (37) dan Anita Fajariyanti (37) batal berangkat haji.

Ini merupakan kali kedua bagi mereka menunda keberangkatan ke tanah suci. “Ini tahun kedua kami batal berhaji, dan mudah-mudahan tahun depan bisa berangkat,” ujar Anita, Rabu (3/6/2020).

Pasangan ini mestinya bisa menunaikan rukun Islam kelima ini pada 2019. Namun sang suami yang berdinas di Polres Kulonprogo tengah menjalani pendidikan yang tidak bisa ditinggalkan. Mereka pun menunda perjalanan ke Tanah Suci.

Semenjak pandemi Covid-19, pasangan ini sudah merasakan kekhawatiran akan adanya penundaan. Apalagi pemerintah Arab menutup akses masuk ke negaranya, untuk mencegah penularan Covid-19. Hanya dari Kementerian Agama tidak ada lagi informasi lebih lanjut.

Untuk memastikan keberangkatan, pada pertengahan puasa lalu mereka telah membayar pelunasan biaya haji. Hingga akhirnya ada keputusan pembatalan ini.

“Kalau kecewa pasti, ya kita terima saja,” kata aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Dinas Kominfo Kulonprogo ini.

Untuk bisa melaksanakan haji, mereka sudah mendaftar sejak 2011. Selama sembilan tahun mereka harus menunggu jadwal. Pada 2018 pasangan ini telah melaksanakan umrah dan sudah mengikuti manasik haji.

Sementara Edi Wundartono menyerahkan semuanya kepada pemerintah. Dia hanya jemaah yang akan mengikuti petunjuk dari pemerintah. Keputusan ini dipastikan menjadi yang terbaik dalam pencegahan Covid-19.

“Ini tidak dibatalkan hanya ditunda. Urusan ibadah harus tertunda pasti kecewa, ini kan untuk kebaikan,” ujarnya.

Di Kabupaten Kulonprogo ada 254 calon jemaah haji yang harus batal berangkat. Mereka akan diberangkatkan pada 2021, dengan harapan Covid-19 telah berakhir. Semua administrasi, seragam hingga pasport semuanya sudah jadi.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini