“Kalau kecewa pasti, ya kita terima saja,” kata aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Dinas Kominfo Kulonprogo ini.
Untuk bisa melaksanakan haji, mereka sudah mendaftar sejak 2011. Selama sembilan tahun mereka harus menunggu jadwal. Pada 2018 pasangan ini telah melaksanakan umrah dan sudah mengikuti manasik haji.
Sementara Edi Wundartono menyerahkan semuanya kepada pemerintah. Dia hanya jemaah yang akan mengikuti petunjuk dari pemerintah. Keputusan ini dipastikan menjadi yang terbaik dalam pencegahan Covid-19.
“Ini tidak dibatalkan hanya ditunda. Urusan ibadah harus tertunda pasti kecewa, ini kan untuk kebaikan,” ujarnya.
Di Kabupaten Kulonprogo ada 254 calon jemaah haji yang harus batal berangkat. Mereka akan diberangkatkan pada 2021, dengan harapan Covid-19 telah berakhir. Semua administrasi, seragam hingga pasport semuanya sudah jadi.
(Ahmad Luthfi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.