Terpaksa Karantina Mandiri, Wakil Wali Kota Surabaya Lapor Tri Rismaharini

Syaiful Islam, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 519 2224004 terpaksa-karantina-mandiri-wakil-wali-kota-surabaya-lapor-tri-rismaharini-V7wo2mohQv.jpg Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Sumber Foto: Sindonews/Istimewa

SURABAYA - Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana harus menjalani karantina mandiri di rumahnya. Sebab politisi PDIP ini berstatus orang dalam pemantauan (ODP), setelah mengunjungi warga Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari.

Whisnu mendapat kabar pemulangan 15 warga yang tengah menjalani karantina di suatu hotel kawasan Gubeng Surabaya, Sabtu pekan lalu. Untuk menguatkan dan menyemangati warga, ia menyambangi beberapa warga pasca-karantina tersebut.

Langkah itu sekaligus ingin mendengar pengalaman selama menjalani karantina. Saat bertemu warga terseburt, mereka mengeluh dan melaporkan tidak adanya pendampingan tenaga perawat, selimut, hingga vitamin dan makanan. Hal ini membuat Whisnu terkejut.

Baca Juga: 2.748 Warga Positif Corona Bikin Surabaya Masuk Zona Hitam, Ini Penjelasannya 

“Saya jadi tahu ternyata kondisinya seperti itu. Karena laporan yang sampai ke kami yang bagus-bagus saja. Ini temuan di lapangan,” terang Whisnu, Rabu (3/6/2020).

Rasa terkejut Whisnu tidak sampai di situ. Dari 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif corona, ternyata diralat oleh Puskesmas Kedungdoro setelah kunjungan Whisnu, sebab lima di antaranya sudah dinyatakan positif.

“Iya ini saya melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa Kecolongan, memulangkan warganya yang masih berstatus positif,” papar Whisnu.

Baca Juga: Laju Kasus Covid-19 di Jatim Belum Terbendung, 5.318 Positif 429 Meninggal Dunia 

Menurut Whisnu, dirinya melaporkan temuan di lapangan soal fasilitas pendampingan tenaga medis, maupun data yang diralat kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini via ponsel.

"Iya sekaligus (meminta izin). Saya juga akan menyampaikan kepada Bu Wali agar berhati-hati dan menjaga kesehatan. Insya Allah tidak ada apa-apa. Karantina itu hal biasa. Ini risiko ketika turun menguatkan warga di perkampungan. Mendengar apa perkembangan maupun kekurangan kami di Pemerintah Kota. Mohon doanya,” tandas Whisnu.

 

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini