Viral Jenazah PDP Corona Dibawa Kabur dari Rumah Sakit di Makassar

Herman Amiruddin, Okezone · Kamis 04 Juni 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 609 2224443 viral-jenazah-pdp-corona-dibawa-kabur-dari-rumah-sakit-di-makassar-QdCsjoYnr9.jpg Beberapa orang membawa jenazah PDP Covid-19 di RS Dadi, Makassar (Istimewa)

MAKASSAR – Sekelompok orang membawa kabur jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Rumah Sakit Dadi, Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi mereka terekam kamera CCTV, videonya lalu beredar dan viral di media sosial.

Dalam video tersebut tampak jenazah tampak beberapa orang mengangkat jenazah yang terbaring di ranjang perawatan lalu membawanya ke luar rumah sakit.

Direktur RS Dadi, dr Arman Bausat mengatakan, jenazah pasien PDP corona itu dibawa oleh keluarganya. Tim medis tak bisa berbuat banyak karena ada banyak orang di rumah sakit menunggu jenazah, diduga ada yang membawa senjata tajam.

Menurut Arman, pasien itu dirawat dengan keluhan mirip gejala terkena Covid-19 seperti sesak napas dan batuk. Tapi, belum ada hasil uji swab yang menyatakan terinfeksi virus corona, sehingga statusnya masih PDP dan meninggal dalam perawatan.

"Dia merupakan pasien rujukan yang mulai dirawat di RS Dadi pada Senin (1 Juni) kemarin. Dia belum Covid, tapi sudah keluhan sesak (napas), batuk, apa semua, langsung masuk ruang ICU," kata Arman dikonfirmasi, Kamis (4/62020).

Baca juga: Rumah Ibadah di Jakarta Dibuka Kembali Besok, Ini Syaratnya

Arman menjelaskan PDP tersebut meninggal pada Rabu 3 Juni sekira pukul 14.00 Wita. Pihak RS langsung berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 agar datang menjemput jenazah.

 

Tujuannya untuk dimakamkan sesuai protokol Covid-19 di Kompleks Pemakaman Macanda, Gowa, lokasi pemakaman khusus korban corona.

Namun, sebelum diambil oleh tim Gugus Tugas Covid-19, keluarga pasien langsung membawa kabur jenazah.

Arman mengaku sudah menjelaskan ke pihak keluarga bahwa pasien tersebut dicurigai corona. Namun, keluarga pasien tetap nekat membawa jenazah dan tak mau dikubur dengan protokol Covid-19.

Menurut Arman, tim medis tak bisa berbuat banyak menahan keinginan keluarga PDP, terlebih ada puluhan orang menunggu jenazah itu di luar RS.

Bahkan pihak keluarga pasien ada yang membawa senjata tajam dan mengancam ada petugas keamanan rumah sakit jika melarang mereka membawa jenazah.

"Banyak sekali dan mengamuk, datang ke rumah sakit," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini