"Angka-angka itu mengkhawatirkan, karena menunjukkan kemungkinan penularan luas di bagian-bagian tertentu negara itu," kata Claire Standley, asisten profesor penelitian di Departemen Kesehatan Internasional Georgetown University mengutip Reuters, Jumat (5/6/2020).
Para ahli mengatakan langkah-langkah yang dapat mengekang kasus-kasus seperti batasan pada pertemuan keagamaan dan area perbelanjaan yang ramai dan menekankan jarak sosial, harus diberlakukan kembali dan beberapa dokter meningkatkan peringatan.
Menurut surat yang dilihat oleh Reuters, sebuah komite ahli yang didukung oleh departemen kesehatan di provinsi terpadat di Pakistan, Punjab, mengatakan kepada pemerintah provinsi bahwa lockdown perlu dilanjutkan.
Surat itu mengatakan pengujian acak menunjukkan lebih dari 670.000 orang di ibu kota provinsi Lahore kemungkinan tertular virus itu, banyak di antaranya tanpa gejala.
Menteri Kesehatan Punjab Yasmeen Rashid mengatakan surat itu tidak diabaikan, tetapi mengesampingkan keputusan Mahkamah Agung bahwa penguncian harus dicabut.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.