Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga yang Reaktif dalam Rapid Test Kemenkumham & BIN Langsung di Swab

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Selasa, 09 Juni 2020 |22:05 WIB
Warga yang Reaktif dalam Rapid Test Kemenkumham & BIN Langsung di Swab
Rapid Test di Kemenkum HAM (Foto : Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) RI bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar kegiatan Rapid Test massal dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Menkumham Yasonna H. Laoly yang hari ini mengecek langsung Rapid Test massal ini menjelaskan bahwa, pemeriksaan massal yang dilakukan secara masif untuk menemukan sumber penularan agar dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona merupakan instruksi dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

"Hal ini juga sejalan dengan harapan Bapak Presiden yang menginginkan agar negara kita mampu melakukan tes sebanyak 20 ribu sampel Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun Tes Cepat Molekuler (TCM) dalam satu hari," kata Yasonna di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2020).

Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan, meskipun kedepanya akan menerapkan New Normal, namun bukan berarti pandemi telah berakhir. Tatanan kehidupan yang baru, menurutnya juga harus terus disertai dengan memutus sumber penularan virus tersebut.

"Penerapan New Normal bukan berarti bahwa pandemi COVID-19 telah selesai. Kami masih harus terus berupaya memutus mata rantai penularan, salah satu caranya adalah dengan melakukan tes secara masif," ujar Yasonna.

Menurut Yasonna dalam proses screening awal, rapid test adalah pilihan yang sangat rasional untuk dilakukan. Sehingga apabila ditemukan hasil tes yang reaktif dapat dilanjutkan dengan swab test.

"Kami berharap hasil rapid test dari seluruh peserta yang sudah mendaftar hasilnya non-reaktif. Namun demikian apabila terdapat hasil tes yang reaktif, yang bersangkutan dapat melanjutkan untuk mengikuti PCR/Swab Test agar hasilnya lebih akurat," tutur Yasonna.

Rapid Test dengan metode Drive Thru itu digelar selama lima hari kedepan, yang dimulai sejak 8 Juni hingga 12 Juni 2020. Adapun dalam hal ini, kegiatan tersebut ditargetkan dapat melakukan pemeriksaan terhadap 1.000 sampel per harinya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Rapid test dilakukan sebagai sarana untuk mendeteksi dini, sehingga apabila ada yang terindikasi terpapar Covid-19 dapat segera memperoleh penanganan secara cepat dan tepat, harapannya pandemi ini dapat segera teratasi," ucap Yasonna.

Pada kesempatan ini, Yasonna juga memberikan penghargaan kepada BIN, yang diserahkan kepada Kepala Pelaksana Harian Sub Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 BIN Brigjen TNI Irwan Mulyana.

Baca Juga : Menuju New Normal, Jalur Masuk Kota Magelang Akan Dibuka Besok

Setelah menerima penghargaan, Irwan menuturkan bahwa kerjasama ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, yang fokus untuk membantu kementerian, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam melakukan Rapid Test massal.

“Saat ini, Mobil Laboratorium yang kami miliki sudah bergerak ke daerah-daerah penyangga DKI Jakarta dan wilayah yang menjadi zona merah penyebaran COVID-19 seperti Jawa Baratdan Banten dan Surabaya,” ujar Irwan dikesempatan yang sama.

Pada Rapid Test ini, BIN mengerahkan satu unit Mobil Laboratorium PCR Test dalam Rapid Test massal yang digelar Kemenkumham. Mobil Laboratorium BIN, merupakan 1 (satu) dari 5 (lima) mobil laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

Saat ini, mobil laboratorium yang dimiliki BIN ini dapat mengambil 320 sampel per harinya. Adapun, hasil PCR atau Swab Test bisa diketahui hanya dalam 4 jam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement