Tangkal Hoaks Rapid Test Ladang Bisnis, Polisi Yakinkan Warga Makassar

Herman Amiruddin, Okezone · Rabu 10 Juni 2020 01:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 609 2227250 tangkal-hoaks-rapid-test-ladang-bisnis-polisi-yakinkan-warga-makassar-IBszmjoBgw.jpg Warga Makassar memblokir jalan lantaran termakan hoaks rapid test (Foto : Istimewa)

MAKASSAR - Sejak adanya pemberitaan mengenai Rapid Test Massal yang viral di media sosial beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh oknum yang tak bertangggung jawab alias provokator, menyebabkan masyarakat di Kecamatan Mariso, Makassar memblokir jalan lorong.

Mereka melakukan hal tersebut karena informasi di media sosial mengatakan rapid test hanyalah ladang bisnis. Karena itu, mereka dengan tegas menolak dan memblokir jalan masuk ke permukiman.

Jajaran Polsek Mariso melalui Kanit Intel Polsek Mariso Iptu Alimuddin bersama anggotanya bergerak cepat mendatangi sejumlah tempat Pemblokiran jalan yang berada di Kec. Mariso Makassar.

Iptu Alimuddin mengatakan dalam kegiatan tersebut aparat kepolisian Sektor Mariso Polrestabes Makassar sebelumnya telah berkoordinasi dengan RW, RT serta tokoh masyarakat untuk membuka blokade jalan / lorong.

"Kedatangan kami disambut baik oleh Warga," kata Iptu Alimuddin, Selasa (9/6/2020).

"Kami ninta tolong untuk warga untuk membuka jalan agar akses jalan tidak mengganggu aktivitas masyarakat," lanjut Iptu Alimuddin.

Lorong yang sudah bisa di Akses, adalah Lorong Flamboyan, Lorong Seroja, Lorong Nuri, Lorong Rajawali, Lorong Kampung Buyang, Lorong Mattoanging, lorong. Nuri, dan Lorong Nusa Indah.

Baca Juga : Operasi Ketupat 2020 Berakhir, Polri: 156.774 Kendaraan Diputarbalik

Di tempat tersebut warga kemudian diberikan arahan, pembinaan dan penyuluhan agar bisa membuka blokade jalan sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun hambatan dan gangguan terhadap kegiatan masyarakat lainnya.

Iptu Alimuddin berpesan, kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan berita yang memprovokatif.

"Seperti ujaran kebencian, serta Hoax, karena itu hanya ingin memecah belah persatuan," ungkap Iptu Alimuddin.

Lebih lanjut dikatakan melalui kegiatan ini pihaknya meluruskan pemberitaan bahwa berita yang beredar tentang adanya rapid tes itu tidak benar atau hoax.

"Itu tidak benar atau hoax," kata Iptu Alimuddin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini