Antisipasi Pemulangan Paksa Jenazah Covid-19, TNI/Polri Jaga Rumah Sakit di Jatim

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 12 Juni 2020 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 519 2229193 antisipasi-pemulangan-paksa-jenazah-covid-19-tni-polri-jaga-rumah-sakit-di-jatim-roMrPr3h1B.jpg Kapolda Jatim, Irjen Muhammad Fadil Imran (foto: istimewa)

SURABAYA - Aksi pemulangan paksa jenazah positif covid-19 pada sejumlah rumah sakit di Jatim yang akhir-akhir ini marak, rupanya menjadi atensi dari kepolisian dan TNI. Dimana Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya menerjunkan anggotanya ke rumah sakit.

Anggota Polisi dan TNI akan menjaga rumah sakit tersebut selama 24 jam. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya pemulangan paksa terhadap jenazah covid-19.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Fadil Imran menyatakan, pihaknya telah menyiagakan anggotanya selama 24 jam di rumah sakit. Begitu juga dengan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah telah menurunkan anggotanya di rumah sakit.

"Kita sudah menempatkan anggota kita TNI Polri di rumah sakit, saya dan Pangdam sudah menyampaikan," terang Fadil, Jumat (12/6/2020).

 

Menurut Fadil, penempatan anggotanya baik dari TNI maupun Polri di setiap rumah sakit ini agar tidak terulang kembali kejadian pemulangan paksa Jenazah Covid-19 dari rumah sakit.

Sementara terkait kasus pemulangan paksa jenazah dari rumah sakit Paru Surabaya Jalan Karang Tembok, Kecamatan Semampir, Surabaya, yang terjadi pada 4 juli lalu, Polda Jatim telah menetapkan 4 tersangka.

"Semua tersangka ini merupakan anggota keluarga dari jenazah. Saat ini mereka sedang menjalani isolasi di rumah sakit karena masuk kategori ODR (orang dalam resiko)," tukas Fadil.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini