JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, menyayangkan diizinkannya mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta yang kembali dibuka.
Pasalnya pandemi Covid-19 di Indonesia masih terjadi dan pasiennya terus bertambah setiap hari. Ia pun menilai dibukanya mal adalah langkah yang terlalu gegabah dalam menghadapi Covid-19.
"DKI ini kan hampir semua sektor sudah dibuka, ada wacana pembukaan sektor pariwisata, Ancol, kebun binatang dan segala macam. Saya pikir ini pemerintah DKI cukup gegabah, terlalu cepat secara luas bagi sentra ekonomi yang tidak terlalu urgen," ujar Hermawan saat dihubungi Okezone, Selasa (16/6/2020).

Ia khawatir dengan dibukanya mal di Jakarta ini bakal terjadi peningkatan kasus baru positif Covid-19, seperti halnya yang terjadi di pasar tradisional di Ibu Kota.
"Sementara pasar saja yang akan dibuka itu saja sudah menjadi klaster baru. Jadi sekarang kami khawatir ada kasus yang luar biasa," tuturnya.
Lebih lanjut Hermawan mengatakan, seharusnya saat pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) transisi di Jakarta ini menjadi sebuah persiapan infranstruktur dan kebijakan dalam menghadapi Covid-19.
"Harusnya masa PSBB transisi sebagai persiapan infrastruktur dan kebijakan, bukan pada pelepasan perilaku seperti semula," katanya.
Baca Juga : Besok Seluruh Mal di Depok Mulai Dibuka
"Jadi tak tepat semua sektor kaya pusat perbelanajaan kelas atas dan pariwisata dibuka. Ini kan sama saja kaya keadaan normal, padahal kasus di kita masih bertambah jadi sangat kekhawatiran yang luar biasa dan akan menimbulkan masalah yang lebih besar," tuturnya.
Baca Juga : Mal Tertua di Bandung Dibuka, Karyawan: Alhamdulillah Kerja Lagi
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.