Tiga Pasal Berlapis Jerat Tiga Raja Sunda Empire, Ini Ancamannya

CDB Yudistira, Okezone · Kamis 18 Juni 2020 19:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 18 525 2232499 tiga-pasal-berlapis-jerat-tiga-raja-sunda-empire-ini-ancamannya-pxcicuEOUo.jpg Petinggi Sunda Empire Raden Rangga Sasana/Foto: Dok Okezone

BANDUNG - Pengadilan Negeri (PN) Bandung menggelar sidang perdana kasus Sunda Empire. Sidang di gelar di ruang 2 PN Bandung, Jalan RE. Martadinata, Kota Bandung, Kamis (18/6/2020). Sidang tersebut digelar secara virtual.

Tiga terdakwa, yakni Nasri Banks, Rd Ratna Ningrum dan Raden Rangga Sasana, tidak dihadirkan di ruang sidang. Yang ada hanya majelis hakim, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasehat hukum ketiga terdakwa.

Sementara untuk tiga terdakwa, mereka menjalani sidang di Polda Jabar, secara online serta mengikutinya melalui aplika‎si ponsel pintar, Zoom. Ketiganya, nampak memakai baju kemeja berwarna putih.

Dalam sidang perdananya, agenda sidang yakni mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh JPU Kejati Jabar. Di dakwaannya, ‎mereka dianggap menimbulkan keonaran, ditengah masyarakat. Mereka juga dianggap menyebarkan berita bohong, terkait kebenaran dan keberadaan kerjaan Sunda Empire.

"Mereka menyiarkan berita atau pemberitaan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," ucap JPU Suharja.

Atas itu ketiganya didakwa dengan tiga pasal, diantaranya Pasal 14 ayat (1) Undang-undang nomor 1 tahun 1946 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dakwaan kedua Pasal 14 ayat (2) Undang-undang nomor 1 tahun 1946 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan ketiga Pasal 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎ Ancaman hukumannya 10 tahun bui.

Sementara itu, salah seorang penasehat hukum para terdakwa, Misbahul Huda mengatakan, setelah mereka mendengar dakwaan, mereka akan ajukan eksepsi.

"Setelah tadi mendengar dakwaan, kita akan mengajukan eksepsi pada sidang lanjutannya nanti," katanya usai sidang.

Selain soal eksepsi, Misbahul juga mengatakan akan mengajukan penangguhan penahanan atau eksepsi terhadap saudara Rangga.

"Pengajuan penangguhan, karena klien kami, dalam kondisi tidak sehat mengalami gangguan paru-paru," ucapnya.

Untuk sidang lanjutan sendiri, bakal dilanjutkan, pada Selasa, 30 Juni 2020 mendatang. Agendanya mendengarkan eksepsi dari penasehat hukum dan putusan soal eksepsinya tersebut.(Fmh)

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini