Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 19 Juni 2020 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 512 2232868 mantan-kapolri-jenderal-hoegeng-diusulkan-jadi-pahlawan-nasional-WdqvEayZza.jpg Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso (Ist)

SEMARANG - Jenderal Pol Hoegeng Imam Santoso pernah menjabat sebagai Kapolri ke-5, diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Dia pernah disebut oleh Presiden Hingga Presiden Ke-4 RI Abdurahman Wahid (Gusdur) sebagai polisi jujur di Indonesia.

Kelakar Gus Dur yang fenomenal hingga kini adalah: "Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng.". Dan perkataan Gus Dur pun diamini banyak pihak tentang kejujuran jenderal polisi yang meninggal pada usia 82 tahun tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan tiga nama tokoh besar Indonesia sebagai Pahlawan Nasional. Ketiganya adalah Jendral Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso, dr Kariadi, dan Prof.Dr Soegarda Poerbakawatja.

Surat usulan diberikannya gelar Pahlawan Nasional tersebut telah ditandatangani Ganjar pada Selasa 16 Juni. Surat bernomor 464/0009043 tersebut tertuju kepada Menteri Sosial.

Dalam surat tersebut, diterangkan bahwa usulan gelar Pahlawan Nasional itu berasal dari Kabupaten Purbalingga, Kota Pekalongan, dan Kota Semarang. Setelah dilakukan kajian oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Jawa Tengah, ketiganya memenuhi persyaratan.

Baca Juga: Penegak Hukum Paling Jujur Itu Benar-Benar Ada, Ia Bernama Hoegeng Imam Santoso

"Saya sudah setujui, ada tiga yang diusulkan, yakni Pak Hoegeng, dr Kariadi dan satu lagi Pak Soegarda, yang sekarang namanya dipakai untuk museum di Purbalinggga. Sudah saya kirim ke pusat," kata Ganjar ditemui usai mengikuti rapat Paripurna di DPRD Jateng, Jumat (19/6/2020).

Menurut Ganjar, banyak pertimbangan yang dilakukan untuk pengusulan itu. Semua pertimbangan telah detail dan melalui pengusulan dari bawah.

"Itu detail, ada usulan dari masyarakat, ada data yang dilampirkan. Tugas kami memverifikasi saja, apakah semuanya betul dan tidak ada yang terlanggar. Kemudian setelah itu, kami meneruskan ke pusat," tambahnya.

Setelah itu, para pengusul gelar Pahlawan Nasional tersebut yang akan menindaklanjuti. Sebab, setelah melalui screening, maka mereka lyang menindaklanjuti pengajuan itu.

"Sampai pada Sekmil Presiden yang nanti akan memutuskan terakhir. Kami hanya meneruskan saja," tutupnya.

Dari surat usulan tersebut, diterangkan bahwa ketiga nama itu dinilai layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. Jenderal Hoegeng misalnya, dia dinilai telah berjasa dan mengabdi pada bidang Kepolisian Republik Indonesia.

Dia juga dinilai sebagai suri tauladan dalam sikap jujur, berintegritas dan anti KKN. Namanya juga telah dipakai di sejumlah fasilitas publik seperti Stadion di Pekalongan, nama jalan di Jabar dan nama rumah sakit bhayangkara di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.

Sementara Soegarda Poerbakawatja dinilai telah berjasa dan mengabdi pada bidang pendidikan nasional yang berlangsung hampir sepanjang hidup dan melebihi tugas yang diembannya. Namanya juga sudah dipakai di sebuah museum di Purbalingga.

Dr Kariadi dinilai telah berjasa dan mengabdi dalam bidang kesehatan masyarakat. Ikut pertempuran lima hari di Semarang, serta nama beliau telah diabadikan sebagai nama rumah sakit di Jawa Tengah.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini